Terima Paket di Terminal Bungurasih, Dua Kurir Sabu Diamankan Polrestabes Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Di bulan puasa tak menghentikan anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam memutus rantai peredaran narkoba khususnya di Kota Surabaya. Baru-baru ini, 1,02 Kg sabu siap edar berhasil digagalkan.

Dua orang pengedar bernama Ikhwan Mansyur (38), warga Jalan Ngagel Dadi Surabaya Rizky Hilman Rosidi (19) warga Jalan Sememi Jaya Surabaya diamankan petugas di Terminal Purabaya Surabaya.

Ketika ditangkap, keduanya saat itu hendak menerima kiriman paket dari pelaku AAK (DPO). Paket yang berisikan narkoba tersebut rencananya akan diedarkan di Kota Surabaya. Kedua pelaku sendiri ditangkap polisi di depan Terminal Bungurasih Sidoarjo, hari Kamis, 11 April 2021 sekitar pukul 17.30 WIB.

“Barang paket (sabu-sabu) itu masih akan dibagi lagi oleh kedua pelaku menjadi beberapa paket dengan tujuan untuk diedarkan lagi. Dalam percakapan antara AAK dari handphone milik Ikhwan ini ialah AAK minta agar Ikhwan segera mengirim sabu itu dengan dibantu Rizky,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian saat gelar rilis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (26/4/2021).

Baca:  Asyik Berkaraoke, Pengamen Asal Madiun ini Diciduk Satresnarkoba Polres Pacitan

Dari hasil analisa percakapan di handphone milik Ikhwan ini, kemudian petugas melakukan pengembangan di kamar kos milik pelaku Rizky di Jalan Ngagel Dadi Surabaya. Dalam kamar itulah ditemukan kembali barang bukti sabu-sabu serta timbangan elektrik hingga total 1 kg lebih. Namun, ketika dilakukan penggeledahan dalam kamar kos, salah satu pelaku mencoba kabur.

Karenanya dilakukan tindakan tegas terukur dengan tembakan dan mengenai kaki pelaku. “Saat diamankan, pelaku Ikhwan mencoba kabur dengan masuk ke palfon kamar kos dan diberi tembakan peringatan hingga ditembak pada bagian kaki,” ujar Memo.

Sementara itu, pelaku mengakui jika memang diperintah oleh AAK untuk mengirim sabu dan sudah berjalan selama 5 bulan. Dalam mengirimkan ranjauan sabu itu, tersangka mendapatkan upah minimal Rp700.000 hingga Rp2 juta. Tersangka Ikhwan sudah mendapatkan barang narkotika jenis sabu dari AAK sebanyak 6 kali.

Baca:  Disparbud Trenggalek Tindaklanjuti Terkait Penemuan Arca

Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara dan hingga hukuman mati. Ady