Gubernur Khofifah Resmi Lantik Bupati dan Wabup Pacitan periode 2021-2024, Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Bupati dan Wakil Bupati Pacitan periode 2021-2024, Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya, Senin (26/4/2021).

Pada sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, untuk proses kemajuan di Kabupaten Pacitan dan sangat sering mendapatkan penghargaan-penghargaan itu tidak susah. Karena mentornya ada di Pacitan.

” Mudah-mudahan tidak pindah kemana. kemudian kita tarik dengan hasil Musrenbang Propinsi, khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Pacitan unutuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Pacitan bisa diberikan kemudahan oleh Allah SWT dan memberikan keberkahan serta manfaat yang besar bagi masyarakat Pacitan, ” sambutnya.

Dalam proses perjalanan pemerintahan ini sudah sesuai SOP, seperti halnya, ada proses Musrenbang kabupaten dan Musrenbang provinsi yang sudah selesai, selain itu ada proses pembahasan RAPBD yang sudah diputuskan.

Baca:  HUT RI ke-75, Kapolres Ponorogo Serahkan Langsung Beras Kontijensi Polri kepada Masyarakat Pra Sejahtera

” Maka itu saya berharap, apa yang sudah termasuk pada Musrenbang dan sudah diputuskan itu akan kita tarik agar supaya bisa bersinergi dengan provinsi. Mungkin pada awal bulan Mei nanti akan ada MusernbangNas dan diharapkan proses pembangunan berkelanjutan di maksimalkan, ” itu harapan Khofifah Indar Parawangsa kepada Bupati dan Wakil Bupati Pacitan.

Kemudian bagaimana sinergitas secara fertikal, karena seluruh materi didalam Musrenbang Kabupaten itu semua akan merujuk pada keputusan keputusan yang sudah dilakukan revisi di RKP Pusat ( Rencana Kerja Pemerintah Pusat ) RKPD Propinsi, RKP Kabupaten juga sudah disesuaikan, dan semua itu akan merujuk ke Musrenbang masing -masing daerahnya. Untuk itu agar bisa dipercepat pembangunanya semaksimal mungkin,” ulasnya.

Baca:  Polres Pacitan Gelar Sertijab Kasat Reskrim Lama AKP. Aldo Febrianto Digantikan AKP. Juwair

Masih menurutnya, di dalam beberapa materi RKP itu paling tidak ada 4 prioritas antara lain  bagaimana berkelanjutan pembangunan infrastruktur di masing-masing daerah, termasuk di dalamnya setelah usai peresmian pembangunan Waduk Tukul. Mungkin pada segi pariwisata dan titik irigasinya sisi yang mana yang bisa dikembangkan, hal itu semua tinggal kemampuan kapasitas fiscal daerah masing-masing.

” Selain itu kita juga harus memperhatikan bencana alam gempa bumi yang belum lama ini, hal itu sudah diperkirakan sebelumnya oleh BMKG yang akan berdampak Kabupaten Pacitan, namun yang terjadi ternyata di dekat titik kota Malang dan Kabupaten Lumajang. Untuk itu masing- masing daerah harus cepat tanggap, karena akan berdampak pada angka indeks 80 persen kemiskinan,” ungkapnya.

Baca:  Punya Pengalaman Baru, Begini Kisah Satgas TMMD ke 105 di Trenggalek

Yang lebih lagi, terkait penurunan angka kemiskinan yang berdampak pada COVID 19 terlihat sangat siknifikan adalah berdampak di Pedesaan.

” Kalau kita melihat angka TPT ( Tingkat Pengangguran Terbuka ) di Kabupaten Pacitan sangatlah rendah dibandingkan dengan kota lainnya. Dari dampak COVID 19 itu, banyak sektor bidang usaha apa saja banyak yang mengalami penurunan hasil produksi dan akhirnya berdampak pada pengurangan tenaga,” ulasnya.

Tak hanya itu saja, peningkatan kwalitas SDM juga menjadi yang sangat prioritas penting, karena apa di sebabkan oleh daya saing kita pada sektor-sektor kwalitas lainnya. Maka kita harus meningkatkan kwalitas SDM dan harus bekerja sama dengan OPD atau Dinas lain itu sangatlah penting,” pungkas Khofifah Indar Parawangsa. (Lc)