Polisi Jerat Eren Pembunuh Member Fitnes Araya Family Club Dengan Pasal Berlapis

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Polisi kembali menemukan petunjuk terkait kasus pembunuhan terhadap Fardy Chandra, salah satu member di Fitnes Araya Family Club, Senin pagi (26/4/2021) kemarin.

Dalam pengakuannya kepada polisi, pelaku bernama Eren (38), warga Jalan Kapas Gading Madya Surabaya yang diketahui sebagai trainer di Fitnes Araya Family Club ini ternyata sudah dendam terhadap terhadap korban hampir satu tahun.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Subiyantana membenarkan, dendam lama tersebut dipicu lantaran dirinya sering di bully dan di ejek oleh korban, dengan perkataan yang kurang pantas. Dalam bully-an korban menyebut profesi pelaku sebagai piti (personal trainer) hanya cari makan dan bakal menghabisi (membunuh) pelaku sekeluarganya.

“Tersangka ini dendam sejak lama, sejak satu tahun yang lalu. Tersangka berusaha bicara baik-baik namun tidak diindahkan oleh korban yang terus membully. Makanya tersangka mempunyai rencana melakukan pembunuhan. Jadi dia (tersangka) akan menghabisi karena dendam kesumat, artinya dia sudah lama melakukan itu,” terang Kompol Subiyantana kepada awak media saat merilis di Mapolsek Sukolilo, Selasa (27/4/2021).

Subiyantana menjelaskan, sebelum penusukan terjadi, keduanya (korban dan pelaku) sempat cek cok di lantai 2. Lalu, pelaku turun untuk membeli pisau di swalayan sekitar lokasi.

“Pada saat keluar menuju lobby, pelaku memiting leher korban dari belakang dan menikam dengan pisau yang telah dipersiapkan itu. Korban ditusuk pelaku sebanyak 17 kali, sampai pisaunya ini bengkok,” paparnya.

Belasan tusukan, Lanjut Kapolsek pada tubuh Fardy Candra dari hasil pemeriksaan visum yakni bagian leher, punggung, perut, paha kiri dan dada. Lalu korban dibawa oleh security di lokasi ke RS. Haji Surabaya. Namun sesampainya disana, Fardy Candra dinyatakan meninggal dunia.

Di TKP polisi mengamankan barang bukti. Salah satunya pisau yang digunakan Eren membunuh korban. Sedangkan sepatu, kacamata, handuk berlumuran darah, flash disk, rekaman CCTV, serta pakaian milik korban juga turut diamankan.

Atas perbuatannya, Eren dalam kasus ini dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 340, 338, 351 ayat 3 dan Undang-Undang No.12 tahun 1951. Ady