GEMPAR Turun Jalan, Gelar Aksi Solidaritas Tolak Beroperasinya PT Semen Indonesia, di Kendeng

Caption foto : masa aksi saat ditemui perwakilan anggota dewan di depan gedung DPRD Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Puluhan masa aksi yang tergabung dalam aliansi Gerakan  Masyarakat Peduli Agraria (Gempar) Jombang, melakukan aksi solidaritas untuk menolak beroperasinya PT Semen Indonesia, di Kendeng Rembang, Pati Jawa Tengah. Masa aksi yang terdiri dari berbagai elemen yakni, Lakpesdam NU, WCC, BBH Jombang Kontras Surabaya, PENTAS, PPK, GMNI Cabang Jombang, GMPI Jombang, KMJ, HMI Cabang Jombang, serta BEM Undar Jombang.

Selain menyampaikan penolakan tentang beroperasinya PT Semen Indonesia, di Kendeng Pati Jawa Tengah, masa aksi juga menyampaikan beberapa tuntutan pada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, terkait masalah agraria di Jombang.

Seperti diungkapkan oleh Nurul Chakim selaku kordinator umum dalam aksi tersebut pada awak media di depan gedung DPRD Jombang, “ kami yang tergabung dalam aliansi Gempar Jombang, menolak segala ekploitasi oleh Negara, artinya ancaman kerusakan ekologi ini sudah mengancam lahan pertanian, dan politik will yang dilakukan oleh pemerintahan jokowi melalui nawacitanya hanyalah sekedar tulisan diatas kertas, karena dalam kenyataannya dapat kita lihat bahwa di Kendeng telah beroperasi pabrik semen diatas lahan pertanian, dan kebijakan ini tidak memihak pada sumber daya alam dan pertanian,” ujarnya.(03/04/2017)

Saat disinggung apa yang menjadi tuntutan mereka, dalam aksi solidaritas ini, pihaknya mengatakan,” kami menolak beroperasinya PT Semen Indonesia di Kendeng Rembang Pati Jawa Tengah, tuntaskan Amdal Tol Mojokerto-Kertosono, lindungi hak-hak petani sebagai amanah dari UU 33 tahun 1945, tolak pembangunan Danone di Grobokan, Mojowarno, serta tolak perda Jombang yang mengorbankan lahan produktif, dan yang terakhir adalah ini khusus untuk warga NU, dalam Muktamar NU ke 33, jelas mengharamkan alih fungsi lahan pertanian akan tetapi  kenyataannya di Jombang ini pelakunya adalah, semuanya tokoh-tokoh pimpinan yang tidak jauh dari NU itu sendiri,” pungkasnya

Setelah menunggu lama, akhirnya masa aksi ditemui oleh perwakilan dewan, yakni Cakup Ismono, dari komisi A dan Mas’ut Zuremi dari komisi C. Setelah perwakilan masa dan dewan bertemu, selanjutnya masa aksi, sembari meneriakkan yel-yel mereka, yakni “ sejahtera untuk semua, gagal total”, masa aksi berjalan melanjutkan aksinya ke depan kantor Pemerintah Kabupaten Jombang. (elo)