Kapolres Gresik Hadiri Rakor Evaluasi dan Implementasi PPKM Mikro

GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Untuk menanggulangi tren kasus covid di Kota pudak. Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani gelar rapat koordinasi dengan seluruh OPD dan Kepala Desa se – Kabupaten.

Yani mengatakan dalam menanggulangi penyebaran kasus korona di Gresik ini, di harapkan pejabat setingkat Kepala Desa harus mempunyai strategi khusus sesuai wilayah masing-masing.

” Gresik sudah masuk dalam zona orange,diharapkan seluruh kepala desa agar tidak lengah dan punya strategi dalam menghadapi pandemi Covid 19,”kata dia.

Gus Yani berpesan, Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini sudah membuka pendidikan tatap muka. Larangan mudik tidak boleh dilakukan untuk menekan penyebaran serta munculnya kluster baru.

“Gunakan anggaran dana desa minimal 8% untuk mendukung PPKM Mikro,”pesanya.

Baca:  UNBK Hari Kedua, Siswa di Jombang Keluhkan Satu Soal yang Bermasalah

Kadinkes juga memberikan informasi, sudah 2 minggu ini Gresik masuk zona orange dan sebelumnya pernah bertahan 3 minggu pada zona kuning, Faktor utama adalah PMI (TKI/TKW) sejak bulan Januari hingga April ini bnyak TKI/TKW yang datang dari luar negeri.

“Prediksi gelombang lonjakan akan terjadi sebelum maupun pasca lebaran dan Kepala Desa agar melaporkan apabila terdapat imigran baru yang mudik sehingga bisa dilakukan langkah untuk menanggulangi,”kata Saifudin Ghozali.

Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Arief fitrianto, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua elemen selama pelaksanaan PPKM mikro karena dalam capaian kita pernah berada di zona kuning, semua berkat kerja keras dari kita semua.

Baca:  Inilah 50 Anngota DPRD Gresik 2019-2024

Kegiatan masyarakat bisa dilonggarkan dan ini merupakan dampak positif bagi kita semua sehingga diharapkan Kades tidak kendor dalam melaksanakan PPKM Mikro dan Kita memiliki ancaman yang hampir sama dengan India berkaitan dengan tradisi keagamaan, dan sebentar lagi kita akan melaksanakan tradisi lebaran sehingga harus kita waspadai.

“Pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik sehingga perlu dukungan dari Kita semua terkait penegakkan prokes guna penekanan penyebaran Covid 19,” ujar AKBP Arief.

Dandim 0817/Gresik juga menyampaikan, hingga saat ini pemenuhan Bhabinsa belum 100% dalam mencover setiap desa di Kabupaten Gresik sehingga masih ada yang merangkap jabatan,saat ini belum adanya timbal balik dari bawah ke atas dalam penanggulangan Covid 19.

Baca:  Samakan Persepsi, Bupati Gresik Gelar Zoom Meeting Dengan AKD se-Kabupaten

“sehingga perlu adanya timbal balik dari bawah ke atas dengan cara memberikan info dan salah satu permasalahan terbesar dalam menghadapi penyebaran Covid 19 adalah adanya tenaga imigran sehingga kades harus lebih proaktif,”ujar Dandim.

Sekedar informasi, Rakor di laksanakan di gedung parkir Pemerintah Kabupaten Gresik, pada Rabu 28/4/2021 yang di hadiri Kepala Desa se – Kabupaten dan Organisasi Perangkat Daerah dan instansi lainnya.(Irwan_kanalindonesia.com)