Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian di Jalan Kalimas Baru Surabaya, Polisi Tetapkan 2 Orang Sebagai Tersangka

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Polres Pelabuhan Tanjung Perak akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap Zainal Fatah (25) hingga tewas. Mereka adalah AG (23) dan MI (20). Keduanya warga Jalan Kalimas Baru Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, para pelaku bersama kelompoknya melakukan pengeroyokan dan memukul korban ZF menggunakan tangan kosong, balok kayu dan paving. Korban seketika tidak sadarkan diri.

Setelah mengetahui korban tak sadarkan diri, mereka lalu mengambil barang di dalam tas milik korban. Seperti, uang dan handphone.

“Korban ini dipukuli dengan tangan kosong, kemudian pecahan batu, kemudian menggunakan pipa, setelah dilakukan pengeroyokan, uang dan handphone dari korban juga diambil oleh pelaku,” ujar Ganis saat gelar pres rilis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (28/4/2021).

Kejadian berawal, ada dua kelompok sedang melakukan kegiatan patroli sahur, untuk membangunkan warga. Tepat di pertengahan Jalan Kalimas, mereka bertemu dan sempat terjadi cek cok antar kedua kelompok tersebut.

Pada saat berpapasan lagi dengan 2 kelompok ini, ada salah seorang provokator yang meneriaki maling, kemudian kelompok yang jumlahnya kecil lari namun di pertengahan jalan korban terjatuh.

Pada saat jatuh tersebut korban menjadi sasaran pemukulan oleh masa dari kelompok yang satunya. Saat itu, warga juga melakukan pemukulan dengan dasar dari teriakan maling dari seorang provokator.

Kemudian, korban dibawa oleh warga ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Korban mengalami beberapa luka memar, namun sempat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Setelah beberapa hari menjalani masa kritis di rumah sakit, korban meninggal dunia pada Jum’at (23/4/2021).

“Kami berhasil mengamankan barang bukti benda yang digunakan untuk memukul korban dan barang hasil rampasan,” imbuhnya.

Kini para tersangka harus membayar tindakannya di dalam tahanan selama 12 tahun penjara. Mereka dijerat pasal 170 ayat 2 ke (3) KUHP, tindak pidana tentang kekerasan terhadap seseorang yang mengakibatkan maut. Ady