Sudah Tahap II, Kajari Gadungan Segera Diadili

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari penyidik kepolisian, pihak Kejari Surabaya akan segera menyerahkan berkas perkara Abdussamad (38) seorang jaksa gadungan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Keterangan tersebut dikatakan langsung oleh Jaksa yang menangani perkara ini, yakni Furqon Adi. Katanya, perkara itu sudah tahap II pada hari Rabu (28/4/2021) kemarin. Dan segera diserahkan ke PN Surabaya.

“(Tahap II) sudah kok, hari Rabu kemarin. Sekarang tinggal kita serahkan ke Pengadilan untuk dipersidangkan,” akui JPU Furqon kepada Kanalindonesia.com di Kejari Surabaya, Jum’at (30/4/2021).

Seperti diketahui, pria asal Kalimantan ini ditangkap oleh Tim Intelijen dari Kejari Surabaya di hotel kawasan Surabaya Barat, pada hari Senin, 1 Maret 2021, sekitar pukul 19.30 WIB.

Abdussamad ditangkap berawal Tim Intelijen Kejari Surabaya setelah mendapat adanya tagihan penginapan beberapa hotel di kawasan Surabaya Barat capai Rp38 juta.

Setelah ditelusuri, ternyata Abdussamad menyamar sebagai Kajari (gadungan), untuk bisa tidur gratis di hotel sudah hampir 2 bulan lamanya. Dia juga sempat melakukan pengancaman akan menutup hotel, jika dirinya ditagih biaya penginapannya.

Sebelum Abdussamad, Tim Intelijen Kejari Surabaya juga melakukan penangkapan terhadap Bagus, warga Dukuh Pakis Surabaya yang mengaku sebagai ajudan dari Jaksa gadungan tersebut.

Tak hanya itu saja, selain hotel pecatan honorer di salah satu Kejari di Kalimantan juga melakukan penipuan terhadap dua korban lainnya, sehingga mengalami kerugian capai Rp625 juta.

Pertama, korban menyerahkan Rp300 juta, dengan iming-iming bisa masuk dan bekerja di Kejaksaan. Lalu korban kedua sekitar Rp325 juta, dijanjikan lolos menjadi PNS di Kementerian Hukum dan HAM.

Jaksa gadungan ini dijatuhi Pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 372 KUHP dengan hukuman paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp900 juta. Ady