Tiga Kecamatan di Ponorogo Zero Covid 19

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Meski paparan Covid-19 di Kabupaten Ponorogo masih harus terus diwaspadai, namun ada tiga dari 21 kecamatan yang zero Covid-19. Artinya tiga wilayah tersebut tidak memiliki kasus aktif Covid-19 sama sekali.

Ketiga kecamatan yang istimewa itu adalah Badegan, Ngrayun dan Pudak.

Hal ini tercantum dalam tabel laporan data kasus konfirm covid-19 aktif isolasi per 29 April 2021 yang dirilis di instagram dinkes.png.

Sedangkan kecamatan lainnya kasus aktifnya juga cukup minim. Sawoo, Mlarak dan Sampung misalnya masing-masing punya 1 aktif Covid-19.

Pun juga Pulung, Balong, Sooko, Sambit dan Jetis masing-masing memiliki 2 kasus aktif.

Sementara, Sukorejo dan Jambon mempunyai 3 kasus. Disusul Bungkal 4 kasus.

Serta masing-masing punya 5 kasus untuk Kecamatan Jenangan, Ngebel, Slahung dan Siman 5. Dan Kecamatan Kauman 7 kasus aktif.

Baca:  Sugiri Sancoko Panen Raya Padi di Jenangan

Adapun yang menduduki rangking kedua terbanyak yakni Babadan dengan 13. Tertinggi kasus aktif covid berada di Kecamatan Ponorogo sejumlah 18.

Ringga Camat Badegan mengakui data terbaru memang menunjukkan kecamatan yang dipimpinnya zero covid-19.

“Sampai saat ini zero,” ungkap Ringga kepada wartawan, Sabtu (01/05/2021).

Menurutnya, posisi tidak adanya kasus Covid ini memang patut disyukuri. Hal inu mengingat Badegan adalah wilayah perbatasan pintu masuk Kota Reyog dari arah barat.

Tentunya menjadi daerah yang rawan bertemunya para pendatang. Apalagi di Badegan memiliki tempat wisata baru yang selalu ramai pengunjung.

Meski zero covid-19, namun pihaknya meminta masyarakat tetap waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan.

Baca:  Polri, TNI dan Satpol PP Ponorogo Patroli Sekala Besar Amankan Natal

Kondisi itu harus terus terjaga agar jangan sampai muncul kasus. Meskipun tidak ada kasus, aparat kewilayahan dan masyarakatnya jangan lengah.

Ringga juga menyebutkan berbagai langkah yang dilakukan kecamatan Badegan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Pertama, kata Ringga, pihaknya selaku pelaksana di lapangan selalu tegak lurus dengan aturan dari atas.

“Kami sami’na wa ato’na  perintah dari satgas kabupaten,” tegasnya.

Pihaknya juga membangun dan memaksimalkan peran Forpimka plus. “Optimalisasi kinerja tiga pilar plus, yakni kecamatan, Koramil, Polsek dan Puskesmas,” sebutnya.

Setelah itu, menggerakkan struktur tiga pilar plus kecamatan tersebut jajaran di bawahnya.

Camat diturunkan pada kepala desa, perangkat dan Satgas desa.

Koramil pada babinsanya, Polsek pada babhinkamtibmasnya dan Puskesmas pada petugas kesehatan desanya.

Baca:  Kini Pantai Prigi Nambah Anjungan, Lapangan Beach Soccer

Hal yang terpenting adalah sosialisasi penyadaran penerapan prokes. “Sosialisasi yang terus meskipun tidak melalui pertemuan formal. Sambil guyon- guyon istilahnya,” sebutnya.

Berbagai upaya itu, menurutnya seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat. “Peran serta masyarakat dan kesadaran yang bagus,” tandasnya.

Rangking kasus aktif Covid-19 kecamatan di Ponorogo. Data Dinkes per 29 April 2021.

  1. Ponorogo  18
  2. Babadan   13
  3. Kauman     7
  4. Jenangan   5
  5. Ngebel       5
  6. Slahung     5
  7. Siman       5
  8. Bungkal    4
  9. Sukorejo   3
  10. Jambon    3
  11. Pulung     2
  12. Balong     2
  13. Sooko      2
  14. Sambit    2
  15. Jetis        2
  16. Sawoo    1
  17. Mlarak    1
  18. Sampung 1
  19. Ngrayun  0
  20. Badegan  0
  21. Pudak      0