Gandeng Balai dan Dinas, Ibnu Multazam, anggota Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Deteksi Birahi dan Saxing Pada Ruminansi di Trenggalek

H Ibnu Multazam , anggota komisi IV DPR RI saat berikan arahan gelaran Bimtek Deteksi Birahi dan Saxing pada Ruminansi pada peternak sapi di Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ibnu Multazam, anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Timur VII, kembali datangi konstituennya di Kabupaten Trenggalek, Kamis,(29/4).

Kedatangan politisi gaek asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  kali ini tak sendiri , tapi juga membawa serta pelatih di bidang pertanian dan peternakan asal Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu di Kota Batu dan tenaga penyuluh dari Dinas  Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek sendiri.

Tenaga profesional tersebut sedianya memberikan Bimbingan Teknis ( Bimtek) tentang Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian yang bekerja di kota “kripik” ini.

“Kami melakukan Bimtek Pengangkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian, Deteksi Birahi dan Sexing pada Ruminansia,” ungkap Ibnu Multazam kepada awak media.

Sementara masih dikatakan pria asal Ponorogo ini kegiatan tersebut diikuti oleh inseminator dan pelaku budidaya sentra sapi perah dan sentra penggemukan sapi potong se – Kabupaten Trenggalek.

Baca:  Plt Bupati Minta Seluruh ASN Trenggalek Jaga Kondusifitas

“Pesertanya semua pelaku usaha di bidang persapian,”tandasnya.

Hal ini masih ditambahkan Multazam beriringan dengan wilayah komisi yang dibidanginya agar potensi perekonomian negara dari sektor pertanian dan peternakan dapat meingkat.

“Kemarin kita telah berjibaku untuk tolak impor beras dan kini konsekuensinya harus menggerakkan masyarakat untuk mampu bersaing dalam hal swasembada pangan,”imbuhnya.

Ir. Didik Susanto Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek  mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dengan adanya kegiatan Bimtek yang di gelar oleh Balai Besar Pertanian Batu Malang dan juga yang di dukung oleh Anggota DPR RI Fraksi PKB, Ibnu Multazam.

“Tentunya kami Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek sangat mendukung dengan kegiatan ini, “katanya.

Baca:  Kejari Ponorogo Menerima Surat Relaas Putusan Kasasi Mantan Wabup Yuni Widyaningsih

Sebab,masih menurut Didik dilihat dari anggaran yang dimiliki pemkab  sangatlah minim.

“Kami sangat berharap dukungan dari berbagai pihak baik, terutama dari Pemprop Jatim dan  Pusat, “tuturnya.

Lebih lanjut, Didik Susanto menambahkan dengan adanya keterbatasan  anggaran di APBD Kabupaten Trenggalek, pihaknya berkomitmen  akan terus menjalin komunikasi dari berbagai pihak, demi terwujudnya swasembada pertanian dan perternakan di wilayahnya. “Semoga dengan adanya Bimtek ini para pelaku peternakan mendatang akan  mendapatkan wawasan sehingga akan lebih maju lagi,”pungkasnya.

Nurul Qomariah S.Sos, M.Si, perwakilan dari Balai Besar Peternakan Batu  berharap adanya peningkatan kompetensi oleh para petani dan peternak di Kabupaten Trenggalek. “Kami berharap dengan adanya Bimtek yang di gelar ini bisa menjadikan wawasan bagi pelaku peternakan dan juga bisa meningkatkan kompetensi pera pelaku pertanian dan peternakan yang ada di Trenggalek, ” harapnya.

Baca:  Puluhan Rumah Dan Jalan Utama Di Lamongan Terendam Banjir

Selain itu dari pengamatan lapangan , kegiatan itu bertujuan untuk mendeteksi kebuntingan dan sexing (presentasi kemungkinan menghasilkan anak sapi betina) serta meningkatkan produksi susu lokal Trenggalek.

Di tengah pandemi Covid-19 terutama, harapan kesejahteraan para peternak meningkat seiring pertumbuhan sektor peterbakan yang dapat dilihat dari nilai tukar peternak. Penyuluh Pertanian merupakan Kopasus andalan dalam pembangunan pertanian, sehingga harus memiliki kemampuan pengetahuan ketrampilan dan sikap yang baik.(haz)