Ngalap Berkah Malam 21 Ramadhan, Kades Pakukerto Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa

PASURUAN, KANALINDONESIA.COM: Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk meraih berkah dari Allah SWT, di mana, selain melipat gandakan amalan menjadi 700 kali di bulan Ramadhan pada hari biasa.

Ada kefadholan yang luar biasa yang di rebut oleh umat Muslim pada umumnya, yakni di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Dalam firman-Nya,’ barang siapa di sepuluh hari terakhir Ramadhan mendapatkan Lailatul Qadar pahalanya lebih baik dari amalan seribu bulan.

Lailatul Qadar yakni malam yang penuh berkah dan kemuliaan, Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Baca:  Rusak Rumah Orang, Usai Pesta Miras

Tuntunannya umat Islam di anjurkan untuk i’tikaf di dalam masjid, usai shalat tarawih hingga menjelang Subuh.

Salah satunya untuk merebut di malam kemuliaan ini, Kades Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan H.Suratman memberi santunan pada Yatim dan Dhuafa di desa yang di pimpinya. Minggu (05/5/2021).

Bentuk santunan yang di realisasikan berupa uang tunai, pihaknya menyampaikan momen ini adalah salah satu bentuk mendekatkan diri pada Allah di bulan Ramadhan ini, selain ngalap berkah malam Lailatul Qadar.

“Melihat kondisi Yatim dan Dhuafa saat ini, hati nurani saya jadi terketuk, untuk nilai santunan yang kita berikan tidak seberapa,”kata dia.

Ia menambahkan,” yang terpenting niat kita tulus ikhlas untuk meringankan beban mereka, apalagi menjelang hari hari raya. Karena di masa pandemi ini semua serba sulit, lha wong, yang keluarganya masih lengkap saja mengeluh, apalagi yatim-piatu, kita tidak bisa membayangkan beban penderitaan mereka,” sambungnyanya.

Baca:  KPK Segel Ruangan Walikota Pasuruan

Mantan serdadu itu mengatakan,” terselenggaranya acara santunan ini kami mempunyai harapan, berkat bantuan do’a dari yatim-piatu dan dhuafa yang ada, desa kita bisa terhindar dari segala mara bahaya, pandemi penyakit serta segala problematika di desa segera mendapatkan solusi dan mendapatkan keamanan, kelancarannya dan keberkahan,”tutupnya. (Irwan_Kanalindonesia.com)