Medali Memanas….Diduga Hendak Serang Warga, Sejumlah Orang Bayaran Diamankan Polisi

Caption foto : petugas kepolisian setempat saat amankan sejumlah preman dari kepungan warga

KANALINDONESIA.COM, MOJOKERTO : Diduga hendak lakukan penyerangan terhadap warga Desa Medali, Kecamatan Puri, kabupaten Mojokerto, 1 truk orang bayaran (red: preman) diamankan aparat kepolisian setempat. Ratusan warga Desa Medali dan sekitarnya, saat itu sudah mengepung sejumlah orang bayaran dari PT Bumi Nusa Makmur (BNM), dan nyaris dihakimi masa, beruntung petugas Kepolisian bergerak cepat, untuk lakukan evakuasi pada sejumlah orang bayaran tersebut, yang mengaku dibayar oleh pihak perusahaan pengolahan karet, yakni BNM.

Sedikitnya 63 orang yang diangkut dengan kendaraan truk nyaris dihakimi warga. Beruntung aparat kepolisian dari Polsek Puri dan Polres Mojokerto bergerak cepat mengevakuasi, sejumlah orang bayaran dari pihak BNM, perusahan penggolahan karet.

Dari pantauan kanalindonesia.com dilapangan, 3 orang bayaran diamankan warga dan dibawa ke Kantor Balai Desa setempat. Dan dari luar pendopo, tampak ratusan warga yang sudah geram dan ingin menghakimi para preman bayaran dari pihak BNM.

Dwi (26) asal Taman, Sidoarjo yang merupakan salah satu preman yang berhasil diamankan warga, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengaku bahwa dirinya mendapat perintah dari Rudi Wahyudiana, yang merupakan orang BNM.

“Saya aslinya Taman, Sidoarjo kerja di Krian, dan kita sempat kumpul di Hotel Raden Wijaya. Kami dibayar Rp 150 ribu oleh pabrik karet melalui pak Rudi Wahyudiana,” ujarnya.(04/04/2017)

Saat ditanya, apakah dirinya dan rekan-rekannya itu hendak membongkar portal, pihaknya mengatakan, “ kami datang hanya untuk duduk-duduk di posko yang didirikan warga persis didepan pabrik karet, kalau membongkar portal ya gak,” ungkapnya.

Sementara itu Miftahudin selaku Kepala Desa Medali, mengatakan kurang lebih ada 63 preman yang berasil diamankan petugas dan ada 6 preman, yang kini masih diamankan warga di Balai Desa.

“ ada 63 orang bayaran, dari pihak BNM, dan yang 6, kini diamankan warga di kantor Balai Desa,” ungkapnya.(04/04/2017)

Masih menurut penjelasan Kades,” sedangkan dari informasi warga, datangnya preman ini diduga suruhan pihak BNM, yang hendak melakukan pembongkaran portal,” tegasnya.

Lanjut Kades,” padahal sebelumnya dari pihak warga manapun pihak labrik sudah melakukan kesepakatan, mulai dari tak beroperasinya pabrik BNM, hingga ada hasil putusan dari persidangan, baik pihak warga maupun perusahaan, tidak akan melakukakn hal yang berbau anarkis,” pungkasnya.

AKP Air Langga Phermady, selaku Kapolsek Puri mengatakan, “ kami dari pihak keamanan sudah mencoba menenangkan warga, namun karena massa warga semakin banyak, akhirnya truk yang mengangkut orang bayaran itu, kami bawa ke Polres Mojokerto, untuk kepentingan lebih lanjut,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Rudi Wahyudiana sendiri merupakan salah seorang pegiat LSM LIRA, namun saat polemik pabrik dengan warga, Rudi mendadak menjadi pendukung pabrik Karet BNM, dengan mengerahkan orang bayaran untuk mendukung keberadaan pabrik.(mmk1/elo)