Lagi, Seorang Pelajar, Diamankan Polisi setelah Kedapatan Mengedarkan Pil Dobel L

Caption foto : tersangka saat diamankan petugas kepolisian

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : FP (17) seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jombang, Harus diamankan aparat Kepolisian setempat, pasalanya tersangka FP yang merupakan warga asal Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang, tertangkap tangan saat mengedarkan Obat keras berbahaya (Okerbaya), jenis pil dobel L.

AKP Hasran, SH, M.Hum, selaku Kasat Resnarkoba Polres Jombang, membenarkan terkait adanya penangkapan tersangka FP, yang merupakan pelaku pengedar okerbaya, jenis dobel L di wilayah Sumobito.

“ berdasarkan laporan dari masyarakat yang resah akan maraknya peredaran Okerbaya, di wilayah tersebut, selanjutnya sejumlah petugas dari Polsek Kesamben melakukan observasi di lapangan dan alhasil, bahwa informasi dari masyarakat tersebut benar adanya,” ujarnya.(05/04/2017)

Masih menurut Hasran,” atas dasar surat LP.A/05/IV/2017/JATIM/RES.JBG/SEK.KSBN, tanggal 04 April 2017, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka FP, pada pukul 20.30 WIB, di Dusun Carangrejo, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, tanpa perlawanan,” tegasnya.

Saat disiggung soal modus operandi yang dilakukan tersangka FP, Hasran mengatakan,”pelaku tertangkap tangan mengedarkan obat keras daftar G, dan dari tangan tersangka FP, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 27 butir okerbaya jenis pil double L, serta 1 buah HP merk nokia, warna hitam berikut simcardnya,” pungkasnya.

Dari hasil gelar perkara yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba bersama tim penyidik Polsek Kesamben serta penyidik Satresnarkoba, diketemukan sejumlah fakta-fakta di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan tersangka FP patut diduga melakukan perbuatan tindak pidana narkoba sebagamana dimaksud dalam pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Kini pelaku beserta sejumlah barang bukti diamankan di Polsek Kesamben, untuk kepentingan lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku diancam dengan kurungan penjara paling lama 10 tahun dan denda 1 Milyar.(elo)