Hunting System Metode Razia Satlantas Polres Jombang Tindak Pelanggar Kasat Mata

Caption foto : petugas Satlantas saat tindak pelanggar lalu lintas kasat mata

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jajaran Satuan Lalulintas Polres Jombang, menerapkan Hunting System atau patroli keliling untuk memburu pengendara yang melanggar lalulintas yang ada di Kota Santri. Hal ini dinilai lebih efektif menjaring pelanggar daripada menggunakan sistem razia stasioner (red : menetap).

Seperti diungkapkan oleh AKP Inggal Widya Perdana, selaku Kasat lantas Polres Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” Hunting system sangat berguna guna menjaring pengendara yang melakukan pelanggaran kasat mata, seperti tidak mengenakan helm, tidak menyalakan lampu, serta berbagai pelanggaran lainya,” ungkapnya.(06/04/2017)

Masih menurut penjelasan Kasat lantas, setelah kedapatan melanggar, pengendara akan dilakukan penindakan ditempat, dan diberikan alternatif dua penindakan, yakni pemindakan dengan surat tilang merah yang berarti pelanggar akan mengikuti sidang pada tanggal yang ditentukan atau memilih menggunakan surat tilang biru atau tilang online (e-Tilang).

“Dengan tilang online pengendara tidak perlu mengikuti sidang, cukup membayar nominal denda ke bank yang ditunjuk dan dapat langsung mengambil barang bukti yang diamankan oleh petugas ke pos polisi dimana dia ditindak,” ujarnya.

Lanjut Kasat lantas, Razia stasioner yang dilakukan oleh satlantas polres jombang tetap akan dilakukan, hal ini guna mengantisipasi oencurian kemdaraan bermotor serta mempersempit ruang gerak dari pelaku kejahatan.

“Untuk tempatnya nanti akan berpindah-pindah, bisa di dalam kota maupun diwilayah perbatasan,” tegasnya.

Untuk itu Kasat Lantas menghimbau agar pemgendara melengkapi diri dengan alat keselamatan berkendara serta kendaraan yang digunakan dengan surat kelengkapan berkendara.”Mari kita jadi pelopor keselamatan berlalulintas,” pungkasnya.(elo)