BOLA, KANALINDONESIA.COM: Musim ini Jose Mourinho telah sepakat untuk melatih klub Serie A Liga Italia AS Roma. Hal tersebut menandakan bahwa musim ini ia mempunyai kesempatan bersaing kembali dengan Antonio Conte, namun sayangnya Conte memilih untuk meninggalkan inter.

Kini keduanya santer dikaitkan dengan salah satu klub premier league, Newcastle United. mengingat klub baru kaya itu berpindah kepemilikan jadi milik pangeran Arab. Jauh sebelum hal pasti itu terjadi, Mourinho dan Conte dapat diakui sebagai dua pelatih berkelas saat ini.

Menariknya, kisah keduanya sempat terlibat perselisihan cekcok atau perang kata saat keduanya berkarier di Premier League, kasta teratas Liga Inggris.

Seperti dikutip dari Football Italia. Saat itu, Mourinho melatih Manchester United, sedangkan Conte menjadi juru taktik Chelsea, klub yang juga pernah dilatih Mourinho. Perselisihan antara mereka dimulai pada Oktober 2016 ketika Mourinho tidak menyukai perayaan berlebihan Conte pada menit-menit terakhir kemenangan Chelsea atas Manchester United dalam laga Liga Inggris.

Ketika itu, Chelsea telah mengalahkan Man United dengan skor 4-0 di Stamford Bridge dan kekecewaan Mourinho terlihat atas sikap Conte di pinggir lapangan setelah peluit akhir.

Pada Maret 2017, Chelsea dan Manchester United bertemu dalam laga perempat final Piala FA yang berakhir untuk kemenangan pasukan Conte dengan skor 1-0. Pada laga itu, gelandang Man United Ander Herrera secara kontroversial diusir oleh wasit dari lapangan.

Usai itu, Conte pun “menyerang” taktik Mourinho saat Setan Merah terus-menerus melakukan pelanggaran terhadap gelandang Chelsea Eden Hazard sepanjang pertandingan. “Dia memulai permainan, tetapi dia tidak bisa bermain sepak bola. Semua orang bisa melihat ini, jadi bisa menilai situasinya,” kata Conte.

Pada akhir musim 2017, Conte memperingatkan para pemainnya di Chelsea, sambil menyindir pencapaian atau posisi peringkat The Blues saat dilatih Mourinho. “Dua tahun lalu, Chelsea finis di urutan ke-10. Itu tidak bisa terjadi lagi. Kami tahu kesulitannya dan pasti kami ingin menghindari musim Mourinho bersama Chelsea,” kata Conte yang pada musim 2016-2017 membawa Chelsea juara Liga Inggris. “Saya tidak tahu,” jawab Mourinho saat diminta mengomentari pernyataan Conte. “Saya dapat menjawab dengan berbagai cara, tetapi saya tidak akan kehilangan rambut saya untuk berbicara tentang Antonio Conte,” ucap Mou, yang secara tidak langsung menyindir pada transplantasi rambut yang dialami Conte.

Pada tahun 2018, Mourinho pun pernah menyindir Conte dengan sebutan “badut”. “Saya tidak berperilaku sebagai badut di pinggir lapangan, itu berarti saya kehilangan gairah saya,” kata Mourinho.

Terkait hal itu, Conte pun membalasnya dan menyindir Mourinho sebagai orang pikun. “Saya pikir dia harus melihat dirinya sendiri pada masa lalu, mungkin dia berbicara tentang dirinya di masa lalu. Mungkin, terkadang, saya pikir seseorang lupa apa yang dikatakan pada masa lalu, yang merupakan perilakunya,” kata pelatih asal Italia itu.

Setelah itu, dalam suatu kesempatan, Mourinho menegaskan perang kata-kata dengan Conte sudah berakhir.

Terakhir kali Conte dan Mourinho berhadapan adalah pada final Piala FA Mei 2018 ketika Chelsea asuhan Conte mengangkat trofi atas Man United asuhan Mourinho.

Guratan nasib kini mempertemukan kembali Mourinho dan Conte yang menjadi incaran klub kaya baru Newcastke. Riwayat melatih di klub yang sama menjadi bumbu menarik keduanya.

Sebelum Conte juara Liga Inggris bersama Chelsea pada musim 2016-2017, Mourinho telah merasakannya pada musim 2004-2005, 2005-2006, dan 2014-2015. Lalu di Inter, sebelum Conte juara Serie A Liga Italia pada musim ini, Mourinho pernah membawa klub tersebut dengan raihan treble winners (juara Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions) pada 2009-2010.  Sekarang, menarik untuk kita tunggu dan simak apakah “perdamaian” antara Conte dan Mourinho benar-benar terjadi atau tidak..

-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here