Ini Kronologis Baku Tembak Teroris Dengan Petugas Kepolisian, Brimob, Densus 88, dan TNI

Caption foto : tim gabungan dari Polres Tuban, Brimob, Densus 88, serta TNI saat baku tembak,- barang bukti milik terduga teroris

KANALINDONESIA.COM, TUBAN : Seperti diberitakan sebelumnya telah terjadi baku tembak antara terduga teroris dengan aparat gabungan dari Kepolisian Polres Tuban, Brimob, Densus 88 serta TNI, di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Komisaris Besar (Kombes) Frans Barung Mangera, selaku Kepala Bidang Humas Polda Jatim, membenarkan terkait adanya peristiwa baku tembak tersebut, pada kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan bahwa,” pada hari Sabtu tanggal 08 april 2017, sekitar pukul 11.00 s.d selesai WIB, di Bogang Jalan Semarang, Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, telah terjadi penembakan yang dilakukan OTK yg mengendarai Mobil Terios dengan plat nomor polisi H 9137 RZ kepada mobil Patroli Anggota Polres Tuban,” ujarnya.(08/04/2017)

Saat disinggung terkait kronologis wal kejadian baku tembak antara terduga teroris dan pihak kepolisan,pihaknya mengatakan,” kronologis kejadian tersebut yakni berawal pada pukul 10.50 WIB, berdasarkan info dari anggota Patroli (Polres Tuban) bahwa mobil beriringan dari arah barat dan menyalip mobil Patroli di Sepanjang jalan Semarang tepatnya di Pos Pereng, kemudian penumpang mobil Terios warna putih mengeluarkan satu tembakan, ditujukan pada mobil Patroli , sehingga mobil Patroli melakukan pengejaran dan manuver laporan ke Polsek Jenu,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim.

Lanjut Kabid Humas Polda jatim,” selanjutnya pada pukul 11.00 WIB, secara tiba-tiba mobil Terios Plat H 9137 RZ berbalik arah (Berlawanan arah), karena sudah dilakukan penghadangan di Polsek Jenu sehingga mobil Terios berputar balik arah tepatnya , Jl. Bogang Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban, dan berpapasan dengan mobil Patroli, selanjutnya para terduga teroris menghentikan mobilnya, serta keluar melakukan penembakan yang kedua terhadap mobil Patroli akan tetapi tembakan tersebut tidak mengenai mobil Patroli, seluruh penumpang mobil Terios meninggalkan mobilnya kemudian lari ke arah Hutan jati Peteng Kecamatan Jenu,” tegasnya.

Lanjut Kabid Humas Polda Jatim,” selanjutnya pada pukul 13.30 Tim Densus 88 membongkar Mobil Terios tersangka ditemukan pakaian para tersangka. Selanjutnya pukul 15.00 WIB, dari informasi warga diketahui keberadaan para tersangka berada di area kebun jagung Ketinggian Kalak Wilis, Kecamatan Jenu dan dilanjutkan pengejaran serta terjadi kontak senjata. Dan pada pukul 16.45 WIB, kontak senjata selesai, dan 6 orang tersangka terduga teroris meninggal dunia, 1 masih hidup, dan diamankan di Polres Tuban untuk dimintai keterangan identitas tersangka,” pungkasnya.

Sementara itu ketika disinggung soal croscek hasil temuan, pihak Kepolisian atas sejumlah barang bukti, dari mobil yang digunakan tersangka terduga teroris tersebut, pihaknya mengatakan,” pada pukul 16.45 WIB, petugas dari kepolisian melakukan identifikasi terhadap sejumlah barang bukti, dan diketemukan 1 pasport di TKP Tuban, atas nama Satria Aditama (29), yang merupakan kelompok Anshoru Daulah Semarang, yang sebelumnya pernah datang ke Lapas  Kedung Pane Semarang dan sekitar 1 minggu yang lalu pernah datang ke Lamongan, saudara Satria Aditama merupakan laki-laki kelahiran Semarang, 28 Oktober 1988, Alamat: Jln.Taman Karonsih II/1130 RT/RW: 05/04: Desa Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Smarang. Dan hasil pengecekan kendaraan Daihatsu Terios warna Putih dengan Nopol H 9037 BZ, adalah milik saudara Hariyanto dengan Alamat Genuk Krajan VII RT/RW 03/04. Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, pada pukul 18.00 WIB, jenasah sejumlah 6 orang terduga teroris di bawa ke Rumah Sakit Koesma Tuban, untuk proses identivikasi.(mtb1/elo)