GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Rapat orang tua siswa dengan komite sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom tetap mengikuti protokol kesehatan masa pandemi COVID-19, wajib bermasker dan jaga jarak untuk menghindari kerumunan.

Momen tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yang terbagi dalam 6 sesi, di mulai dari Senin sampai dengan Sabtu (tanggal 18, 21dan 23 Oktober 2021), yang di laksanakan di aula sekolah setempat. Sabtu (23/10/2021).

Hal tersebut mempertimbangkan jumlah rombongan belajar siswa tahun pelajaran 2021/2022 ada 10 rombel. Di mulai jam 08.00 WIB – 09.00 WIB untuk sesi pertama, dan jam 10.00- 11.00 WIB untuk sesi kedua. Pelaksanaannya pun berjalan dengan baik.

Di hari terakhir rapat, Komite sekolah menyampaikan rencana progam kegiatan tahun 2022 berupa rencana kegiatan di luar jam belajar atau Program Insentif Belajar (PIB) dan purna wisuda siswa kelas XII.

Selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung, Wakil dari Komite sekolah Sugeng, Mengatakan, ada mata pelajaran yang belum bisa di sampaikan. Maka di perlukan PIB yang akan bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar dari luar sekolah.

“PIB merupakan bentuk kesiapan siswa kelas XII menghadapi berbagai Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan maupun oleh Pemerintah dan Perguruan Tinggi. Meningkatkan referensi dan sumber belajar siswa,”kata Sugeng.

Adapun untuk program PIB sendiri ada biaya yang harus di topang oleh orang tua siswa, yakni sebesar 800 ribu rupiah. Dengan rincian sebagai berikut, jasa layanan pembelajaran satu paket, 15 kali pertemuan, 2 kali trayout dan fasilitas belajar yang meliputi (proset UTBK, kumpulan rumus, soal trayout, hasil trayout dan laporan hasil evaluasi prestasi belajar).

Sedangkan, untuk bidang studi yang akan berikan dalam program PIB antara lain, untuk kelas XII IPA ( kimia, biologi, matematika, fisika), untuk kelas XII IPS (matematika, ekonomi, geografi, sosiologi) serta trayout ujian sekolah dan UTBK.

Program PIB pun di tawarkan pada orang tua siswa pada saat pertemuan, hasilnya mereka sepakat.

Di penghujung acara, Supriono wakil dari Komite menyampaikan di hadapan orang tua yang hadir, berkenaan dengan kelas XII. Seperti biasa, di akhir masa didik siswa, untuk kenang-kenangan, ada perpisahan dan acara wisuda.

“Kami hanya menawarkan saja, seandainya tidak sepakat, ya tidak masalah, kami tidak memaksa, jujur, kalau dari saya pribadi masih trauma dengan kejadian di hotel Ayola, waktu itu,”ujar Supri.

“Dados dos pundi kagem bapak soho ibu kangge acara Wisuda nipun (jawa-red), jadi bagaimana untuk acara Wisudanya,” kata Supri melempar pertanyaan kepada walimurid.

Serentak walimurid yang ada di dalam forum rapat menjawab,”setuju pak,”jawabnya dengan serentak.

“Kulo mboten mekso lho, niki karep panjenengan piyambak (jawa-red), kami (Komite) tidak memaksa, ini atas kemauan anda semua ya, jadi sepakat di adakan acara wisuda yang akan di laksanakan di sekolah,” Pungkas Pak Pri sapaan akrabnya. (Irwan_kanalindonesia.com)

-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here