Fenomena Jelang Pengisian Perangkat Desa Secara Serentak, Pemohon SKCK di Polres Jombang Membludak

Caption foto : pemohon SKCK yang mengantri di tenda yang disediakan pihak Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jelang pengisian perangkat serentak yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang, pada 18 April mendatang, sejumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Jombang, membludak. Hal ini dikarenakan salah satu syarat pendaftaran calon peserta ujian perangkat Desa menggunakan syarat adanya SKCK.

Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, membenarkan adanya fenomena tersebut, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan, “Dalam satu hari kita melayani antara 300 hingga 400 surat keterangan catatan kepolisian,” ujarnya. (11/04/2017)

Masih menurut Kasubag Humas Polres Jombang, bahwa “Membludaknya pemohon SKCK,  terjadi sejak tanggal 6 April 2017, dan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Polres Jombang menyiapkan tenda khusus bagi para pemohon Surat Keterangan tersebut di depan ruang pemohon SKCK,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait langkah apa yang diambil oleh pihak Polres Jombang dalam menyikapi fenomena membludaknya pemohon SKCK, jelang pengisian perangkat Desa, secara serentak ini tersebut, pihaknya menuturkan,” karena kita mengutamakan pelayanan prima untuk pemohon, maka pelayanan pemohon oleh personil kita optimalkan hingga sore hari, jika biasanya jam 15.00 wib, kita optimalkan hingga pukul 18.00 wib, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Lanjut Kasubag Humas Polres Jombang, “ untuk pemohon SKCK hanya dikenakan biaya adminitratif sebesar Rp. 30.000 rupiah, hal ini mengacu kepada peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2017 tentang penerimaan negara bukan pajak. Selain biaya tersebut tidak akan dipungut biaya apapun,” pungkasnya.

Yuyun salah satu pemohon SKCK, asal Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, terkait bagaimana pelayanan SKCK yang ada di Polres Jombang, pihaknya mengatakan,” alhamdulillah saya sudah dapat SKCK, dan pelayanan yang diberikan pihak petugas, baik sekali, dan cepat, jadi saya bisa langsung mendaftar ke panitia tingkat Desa, untuk seleksi calon perangkat Desa, mas,” ujarnya.(11/04/2017)

Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah yakni Darmaji selaku, Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), membenarkan terkait diundurnya ujian seleksi calon perangkat Desa secara serentak, karena masih ada sejumlah Desa yang belum siap.

“ memang jadwal seharusnya 13 April, namun diundur 5 hari menjadi tanggal 18 April. Karena sejumlah desa masih ada yang belum siap, disebabkan calon pesertanya masih kurang,” pungkasnya.

Dari pantauan kanalindonesia.com, bukan hanya di Polres Jombang yang dipadati dengan membludaknya pemohon SKCK, namun di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang, juga terdapat fenomena yang sama, dikarenakan banyak pemohon legalisir Kartu Keluarga (KK), dan sejumlah dokumen lainnya.(elo)