Home / Internasional / Keuangan

Senin, 1 November 2021 - 14:24 WIB

KTT G20 Hasilkan Deklarasi Pemimpin Negara Terkait Sejumlah Isu

Editor - ARSO

Menteri keuangan

Menteri keuangan

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri

ROMA, KANALINDONESIA.COM: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) yang diselenggarakan di Roma, Italia telah berakhir dan menghasilkan teks deklarasi dari para pemimpin negara. Teks deklarasi tersebut berisi tentang isu global yang menggambarkan perekonomian dunia termasuk tindakan bersama yang dapat dilakukan negara anggota G20.

“Leaders declaration ini terdiri dari 61 paragraf yang mencakup 26 isu yang menggambarkan tantangan perekonomian dunia termasuk situasi pandemi dan apa yang dapat dilakukan bersama oleh negara-negara anggota G20,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam keterangannya di hotel tempatnya bermalam di Glasgow, Skotlandia, pada Minggu, 31 Oktober 2021.

Sejumlah isu yang masuk di dalam deklarasi tersebut antara lain kesehatan, energi dan perubahan iklim, perjalanan internasional, hingga ekonomi digital. Dalam bidang kesehatan, Indonesia termasuk salah satu negara yang mengusulkan pembentukan joint health and finance task force untuk membantu pendanaan penanganan kesehatan di masa pandemi.

“Disepakati pembentukan joint health and finance task force untuk menyusun road map_ pendanaan bantuan penanganan kesehatan, khususnya untuk negara-negara miskin dan berkembang,” lanjutnya.

Pada isu energi dan perubahan iklim, Menlu menyebut terjadi perdebatan yang mendalam saat membahas mengenai target pengurangan emisi karbon dan penetapan time frame menuju net zero emission.

“Dan tentunya semua sepakat bahwa untuk transisi energi diperlukan kerja sama internasional,” tambahnya.

Selain itu, Indonesia juga berhasil memasukkan prinsip common but differentiated responsibilities (CBDR) dalam konteks energi dan iklim. Dalam konteks tersebut, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan komitmen pembiayaan iklim dari negara maju untuk negara berkembang.

“Kita juga memasukkan pentingnya pemenuhan komitmen pembiayaan iklim USD100 miliar dari negara maju untuk negara berkembang dan pembentukan digital economy working group,” imbuhnya.

Share :

Baca Juga

Birokrasi

“Kebut” Progres Kinerja, Kejari Surabaya Selamatkan Kerugian Negara Capai Rp352 Miliar

Internasional

Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT COP26 dan Sejumlah Pertemuan Bilateral

Keuangan

7 Presiden RI Raih BAZNAS Award 2022 Kategori Lifetime Achievement Zakat Indonesia

Internasional

Presiden Jokowi Bahas Situasi Dunia dengan Presiden Dewan Eropa

Birokrasi

BRI Radio Dalam Bagikan Hadiah Ratusan Juta Kepada Nasabahnya

Ekbis

Inilah Manfaat Layanan ONe Mobile Bagi Nasabah OCBC NISP

Keuangan

Gandeng Traveloka, Astra Life Tawarkan Produk Asuransi Perlindungan Kesehatan Menyeluruh

Birokrasi

Polda Jatim Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, 4 Pengedar Diamankan