Tutup FASI X 2017 Jatim, Menpora: Mari Berjihad agar Al Quran menjadi Pedoman Hidup

KANALINDONESIA.COM, SURABAYA: Festival Anak Shaleh Indonesia (Fasi) X 2017 Lembaga Pengembangan  dan Pembinaan Taman Kanak-kanak Al-Quran-Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (LPPTKA-BKPRMI) secara resmi di tutup Menpora Imam Nahrawi di dampingi Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Samsul Bahri, Anggota DPR RI Komisi XI Evi Zainal Abidin di Hall Mina Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (16/4) sore.

Menpora ucapkan selamat atas terselenggaranya Fasi X Tahun 2017. “Selamat atas terlaksananya Fasi tahun 2017 ini selamat dan sukses kepada Kabupaten Tuban sebagai juara umum Fasi X Jawa Timur, kita semua menjadi juara dan pemenang menjadi generasi Qur’ani yang hebat, pemerintah dan Kepala Kantor Kemenag Jatim merasa bersyukur dan istiqomah dalam berjihat, mensyiarkan Alqurkan hingga saat ini,” ucap Menpora.

Senada dengan pengembangan Al Quran, Pemerintah melalui Kemenpora juga menganggarkan dana sekitar Rp 10 miliar dalam rangka Nusantara Mengaji. “Semoga seluruh pemerintah Indonesia memberikan perhatian penuh kepada pengembangan Al Quran lewat anggaran APBN dan APBD, Kemenpora juga menganggarkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk Nusantara Mengaji dimana tidak boleh ada waktu luang selain membaca Al-Quran,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda saat ini sedang galau dimana lebih mementingkan internet dan smartphonenya dari pada membaca dan mempelajari Al Quran. “Di era saya dulu sehabis magrib anak anak kita selalu diarahkan ke musola dan masjid untuk membaca Al Quran tapi tidak saat ini anak anak lebih mementingkan handphone dan status media sosialnya, ini adalah tantangan yang kita hadapi,” kata Menpora.

Menpora mengajak kepada para orang tua dan guru untuk berjihad agar AlQuran benar benar menjadi pedoman hidup anak anak kita sehari-hari. Di akhir sambutannya bapak tujuh putra ini menghampiri salah satu peserta Fasi, Fahmi usia 3 tahun asal Pamekasan, Jawa Timur yang dari kecil kehilangan sosok ayahnya. “Fahmi, cita citanya jadi apa,”  tanya Menpora. “Jadi polisi,” jawab Fahmi polos.

Dengan kasih sayang dan lemah lembut Menpora berpesan kepada Fahmi untuk terus belajar dengan giat, selalu membaca Al Quran dan jangan lupa sholat lima waktu, ujar Menpora sembari mencium kening dan pipi bocah lelaki yang di sambut tepuk tangan haru ratusan penonton. (gardo)