Pangdam Jaya Menerima Taklimat Akhir Itjenad

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Pengawasan dan pemeriksaan sudah menjadi suatu kegiatan wajib dalam tubuh TNI. Hal ini diselenggarakan dalam rangka pengoptimalan kinerja dan pembenahan sistem dilingkungan TNI.

Tentunya dengan harapan program kerja akan terlaksana dengan lebih tertib, lebih teliti dan lebih cermat sesuai dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas kinerja yang diharapkan, serta terhindar dari kemungkinan terjadinya penyimpangan.

Siang ini Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Jaswandi menerima taklimat akhir Wasrik Itjenad yang dipimpin langsung oleh Irjenad Mayjen TNI Johny L.Tobing, di Aula Sudirman Makodam Jaya, Jum’at (21/04/2017).

Segenap tim Itjenad menyampaikan terima kasih atas segenap pejabat Kodam Jaya yang telah membantu dengan mendukung kegiatan Wasrik, hingga tim dari Inspektorat Jenderal Angkatan Darat dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Kodam Jaya dengan baik.

“Ini adalah salah satu tugas para Komandan Satuan, dengan melaksanakan pengawasan lebih maksimal dan temuan ini menjadi pembelajaran agar lebih tertib dan profesional, dan bagi para Dansat untuk melaksanakan pengawasan melekat dan pahami kembali aturan-aturan yang berlaku,”ucap Pangdam Jaya.

Dalam kegiatan ini Mayjen TNI Jaswandi secara simbolis menerima hasil pemeriksaan dari tim wasrik Itjenad.

Pangdam Jaya berharap temuan yang didapat oleh Tim Wasrik Itjenad secara umum dapat dilakukan perbaikan dalam temuan-temuan sesuai dengan program kerja yang telah ditentukan. Ditekankan pula bagi para Komandan/Pimpinan Satker agar dapat meminimalisir adanya temuan dengan bekerja lebih keras.

“Jadikan temuan sementara berikut masukan/solusi yang telah disampaikan oleh tim, sebagai bahan evaluasi untuk segera ditindaklanjuti dalam rangka mengoptimalkan kinerja dan pembenahan sistem di lingkungan Kodam Jaya,”lanjutnya.

“Kedepannya, kita harus dapat melaksanakan program kerja dengan lebih tertib, lebih teliti dan lebih cermat sesuai dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas kinerja yang diharapkan, serta terhindar dari kemungkinan terjadinya penyimpangan,”tutup Pangdam Jaya. (ery ns)