Polsek Jatirejo : Adanya Kelompok Teroris yang Berada di Desa Jembul, Mojokerto Adalah Isu atau Hoax

ilustrasi hoax

KANALINDONESIA.COM, MOJOKERTO : Sempat menjadi perbincangan bahwa, pada hari ini Selasa tanggal 25 April 2017, ramai dan viral di media social (Medsos), bahwa ada informasi terkait adanya teroris di Mojokerto. Seperti yang dikutip kanalindonesia.com, di salah satu medsos, tentang informasi adanya teroris sebagai berikut.

adanya kelompok teroris Santoso dkk yang baku tembak dengan perhutani di area hutan perkebunan teh desa Jembul, kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dilereng gunung anjasmoro timur berbatasan dengan Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Malang, perkiraan zona 108° LS, 110° BT. Pelaku diperkirakan berjumlah 12 orang umur antara 30 – 40 tahun.

bbb : senjata yang digunakan diperkirakan jenis AK 47, M 16, SS 1. ccc: OTK ( Orang tdk dikenal ) Karena kurang jumlah maka polsus kehutanan mundur sambil mengontak pimpinan dan minta bantuan koramil  dan Polsek setempat.

AKP Suhartono, S.Pd, selaku Kapolsek Jetis, mengenai informasi tersebut, pihaknya mengatakan,” Dengan adanya isu tersebut kami memerintahkan Bhabinkamtibmas, Desa Jembul untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Adapun hasil dari cek lokasi yang di laksanakan Bhabinkamtibmas tersebut menerangkan bahwa kejadian itu tidak ada, dan kabar teroris itu adalah Hoax” ujarnya.(25/04/2017)

Hal senada juga disampaikan oleh saudara Susilo, selaku pihak perhutani di area tersebut, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” bahwa di Desa Jembul, dan sekitarnya tidak ada kejadian baku tembak teroris, dan kami tidak mendengar adanya bunyi-bunyi yang menyerupai kontak senjata ataupun bunyi petasan,” tegasnya.(25/04/2017)

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, dengan adanya berita tersebut Muspika Jatirejo turun ke lokasi untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, serta melakukan pengecekan pada lokasi tersebut, dan mendapatkan hasil bahwa informasi tersebut tidak benar atau kabar bohong, serta pihak Koramil dan Polsek Jatirejo tidak ada informasi atau pengerahan pasukan dalam rangka membantu Perhutani, karena tidak ada permintaan bantuan terkait hal tersebut.(mmk1/elo)