Setya Novanto Membuka Rapimda Golkar Se-Jawa Barat

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Ketua Umum Golkar Setya Novanto membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Jawa Barat, pada Rabu (26/4/2017) malam di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Hal itu karena Jawa Barat merupakan daerah strategis karena jumlah penduduk yang banyak. Secara politik, Jawa Barat menjadi penentu kemenangan Pemilu secara nasional, dan Jawa Barat menjadi kunci kemenangan Golkar tersebut.

Hadir antara lain Gubernur Jawa Barat,Ahmad Heryawan, Bupati  Karawang Ibu Cellica Nurrachadiana, Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Bapak Dedi Mulyadi, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Bapak Agung Laksono, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI sekaligus Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bapak Robert Kardinal, Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Golkar Bapak Roem Kono, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Ibu Nurul Arifin.

Rapimda diikuti lebih kurang lima ribu peserta, terdiri dari unsur DPP, DPD Partai Golkar Jawa Barat, DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta sayap Partai Golkar. Para anggota Fraksi Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat juga turut hadir, bersama perwakilan Pimpinan Kecamatan per Dapil se-Jawa Barat serta pimpinan kelurahan per Dapil se-Jawa Barat.

Rapimda yang berlangsung selama dua hari (26-27 April 2017) akan membahas sejumlah agenda politik penting, yakni Pilkada Jawa Barat dan Pilkada di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, pada 2018 mendatang.

“Jawa Barat merupakan daerah strategis karena jumlah penduduk yang banyak. Secara politik, Jawa Barat menjadi penentu kemenangan Pemilu secara nasional. Jawa Barat adalah Kunci. Pada Pemilu 2019 mendatang, maka Golkar harus memenangi pertarungan di Jawa Barat, sehingga bisa merebut kembali kemenangan secara nasional. Sehingga Jawa Barat harus kembali menguning,” demikian Ketua DPR RI Setya Novanto pada wartawan di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Karena itu Novanto meminta kepada seluruh peserta Rapimda untuk menentukan langkah-langkah strategis dalan memantapkan konsolidasi, terutama dalam menyiapkan Pilkada 2018, menyongsong Pileg dan Pilpres 2019.

Pilkada 2017 lalu kata Novanto, telah memberikan pengalaman berharga. Dimana Golkar bisa memenangkan 58 % pemilihan. Hal ini tak terlepas dari faktor elektabilitas dan pendayagunaan jaringan partai. Terlebih DPP Partai Golkar menetapkan kebijakan politik tanpa mahar, sehingga mendapat simpati luas dari masyarakat. Memasuki Pilkada 2018, terutama di Jawa Barat, kebijakan serupa akan tetap digunakan.

“Saya minta sekurang-kurangnya di setiap desa ada seratus orang kader yang telah dilatih dan dibina dengan baik untuk menjdi saksi di berbagai TPS. Dan, saya tugaskan secara khusus kepada Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk menetapkan pendidikan saksi, seiring pembentukan Badan Pengamanan Suara Partai Golkar,” tambahnya.

Dengan demikian melalui forum Rapimda ini kata Novanto, pihaknyameminta kepada DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk menyosialisasikan pencalonan dan pemenangan Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024. “Sosialisasi ini harus dilakukan sampai ke tingkat desa/kelurahan. Pemasangan foto Bapak Joko Widodo di setiap baliho dan spanduk, baik di kantor maupun di setiap acara harus ditingkatkan. Bapak Joko Widodo adalah Capresnya Partai Golkar,” pungkasnya. (gardo)