JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Di tahun 2021 telah resmi pemberangkatan haji dibatalkan. Karena situasi pandemi yang masih meningkat, membuat Calon Jemaah Haji (CJH) gagal untuk menunaikan ibadah dan melaksanakan rukun Islam yang ke-lima ini.

Salah satunya di wilayah Jombang, Jawa timur. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jombang, M. Salim Basawad mengatakan, sebanyak 1.057 CJH di Jombang gagal berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian pihaknya menilai bahwa, masih belum dapat panggilan Tuhan.

“Calon yang gagal berangkat di Jombang itu sebanyak 1.057 calon jemaah haji. Akan tetapi peristiwa itu harus disyukuri, karena pasti akan ada hikmah dibalik peristiwa tersebut. Setelah itu, naik haji itu kan salah satunya panggilan dari Tuhan. Jadi apabila masih tertunda, kemungkinan besar masih belum waktunya dipanggi,” ujarnya kepada KANALINDONESIA.com, Kamis (10/6/2021).

Kendati pemberangkatan CJH tahun 2021 gagal atau dibatalkan, laki-laki yang kerap dikenal Salim itu mengungkapkan bahwa para jemaah tersebut aka diprioritaskan akan berangkat di tahun depan.

“para jemaah yang tertunda kali ini akan diprioritaskan untuk berangkat tahun depan, jadi bagi yang berangkat tahun 2022 nanti akan digeser dulu. Namun perlu diketahui dulu, aka diberangkatkan apabila tahun depan sudah resmi diperbolehkan berangkat,” kata Salim saat ditemui.

Lalu bagaimana dengan kondisi jemaah yang gagal berangkat di tahun 2021 ini ?

Pemberangkatan haji yang kembali ditunda, menjadi pengalaman yang menyedihkan bagi para CJH yang usianya sudah lansia atau menua. Karena dengan usia yang gampang diterpa riwayat, membuatnya kurang meyakinkan akan bisa berangkat.

Seperti yang disampaikan M. Salim Basawad, sekitar 40 an calon jemaah haji di Jombang yang sudah meninggal dunia sebelum pemberangkatan.

“Namun sudah diganti dengan para ahli warisnya semuanya, jadi kalau diperkirakan sekitar 40 an CJH yang gagal berangkat tahun ini meninggal dunia,” katanya.

Selain itu juga, dari data Kemenag Jombang pemberangkatan haji di tahun 2021 wilayah Jombang, rata-rata usia para calon jemaahnya sudah berusia 60 tahun keatas.

“Dari sekian banyak calon jemaah haji memang usia lansia atau di atas 60 tahun, jadi rata-rata sudah tua semua,” tuturnya saat diwawancarai.

Sementara itu, pihaknya berharap kepada CJH di Jombang yang tentuda untuk selalu sabar dan tabah. Karena peristiwa itu sudah menjadi bagian bersama, dan sudah menjadi ketentuan dari Tuhan.

“Maka dari itu saya harap perlu disyukuri dengan peristiwa ini, karena insyaallah apabila memang benar-benar ikhlas akan mendapatkan pahala dan berkah dibalik itu semua. Kembali juga ibadah menunaikan haji ini termasuk panggilan Allah, jadi apabila tertunda mungkin masih belum waktunya dipanggil,” imbuhnya.#Fa’iz

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here