Tancap Gas, PDIP Jombang Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati, Pilkada Serentak 2018

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jombang langsung tancap gas. Partai berlambang banteng moncong putih ini membuka pendaftaran Bacabup (bakal calon bupati) dan Bacawabup (bakal calon wakil bupati).

Pendaftaran tersebut dibuka mulai 2 hingga 16 Mei 2017 dan terbuka untuk umum. Artinya, yang diperkenankan mendaftar bukan hanya kader PDIP, namun dari luar kader juga dipersilakan.

Hal ini disampaikan H. Marsaid, selaku Ketua DPC PDIP Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan, “Kita buka kesempatan untuk kader dan non kader. Silakan mendaftar di kantor DPC mulai 2 hingga 16 Mei 2017,” ujarnya.

Masih menurut penjelasan Marsaid,” dibukanya pendaftaran itu untuk menjaring figur yang akan diusung PDIP dalam Pilbup Jombang 27 Juni 2018. Tentu saja, syarat yang dipatok oleh PDIP mengacu pada aturan KPU. Semisal, sosok figur harus setia kepada NKRI dan pancasila sebagai ideologi bangsa,” tegasnya. (01/05/2017)

Ketika sisinggung soal tahapan penjaringan tersebut, pihaknya mengatakan,” setelah pendaftaran ditutup, panitia akan melakukan seleksi dan verifikasi bakal calon. Kemudian dilanjut dengan tes wawancara. Nama-nama bakal calon kemudian kita serahkan ke DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi. Untuk siapa yang terpilih maju Pilkada lewat PDIP Jombang, tetap menunggu rekomendasi DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” ungkapnya.

Sementara itu Cakup Ismono, selaku Ketua Panitia Pendaftaran Bacabup-Bacawabup PDIP Jombang, menuturkan,”  Pilbup Jombang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Pesta demokrasi lima tahunan ini digelar secara serentak dengan daerah lain. Baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Bagi pendaftar bisa mengambil formulir di kantor DPC PDIP,” paparnya.

Seperti diketahui, Pilbup Jombang periode sebelumnya (2013) pasangan yang diusung PDIP harus menerima kekalahan. Saat itu partai berlambang banteng moncong putih membangun koalisi dengan Partai Hanura dan PKPB. Mereka mengusung pasangan Widjono Soeparno – Sumrambah (WIRA).

WIRA kalah telak melawan pasangan Nyono Suharli – Munjidah Wahab yang diusung Partai Golkar, PPP, PKS, Partai Demokrat dan  Partai Gerindra. Rinciannya, WIRA memperoleh 234.819 suara. Sedangkan Nyono Suharli-Mundjidah Wahab, memperoleh 401.576 suara.(elo)