Pengawas Sekolah dan Jukir, Dibekuk Konsumsi Sabu

KANALINDONEAIA.COM, MADIUN: Berakhir sudah petualangan dua orang pemakai sabu, dibekuk petugas Sat Reskoba Polres Madiun, akhir pekan lalu. Keduanya ditangkap ditempat terpisah dengan sejumlah barang bukti (BB) dari tangan tersangka.

Keduanya yaitu SWT(60) sebagai ANS  (Aparatur Sipil Negara) atau Pengawas Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. SWT tercatat warga Desa Banjarsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Sedangkan, SDM (51) juru parkir Jalan Wuni, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

“Barang bukti terbanyak dimiliki tersangka seorang ANS sebanyak 0,8 gram dan 0,9 gram sabu. Tersangka dibekuk dirumah kenalannya masih satu desa, turut disita alat hisap, korek api dan lainnya,” jelas Kasubbag Humas Polres Madiun AKP Paidi, Senin (02/05/2017).

Tersangka mengaku berawal dari sekadar mencoba awal Desember 2016 lalu. Setelah itu merasa ketagihan, tersangka terus membeli sabu dari seseorang tidak dikenal. “Tersangka hampir tiap bulan mencoba sabu seharga ratusan ribu” ujar AKP Paidi lagi.

Sedangkan, tersangka SDM keseharian juru parkir itu, dibekuk suatu hotel melati masuk Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Dari tangan tersangka didapati sabu seberat 0,2 gram dan peralatan lainnya. Begitu dibekuk, keduanya langsung dibawa ke Mapolres Madiun, guna pemeriksaan intensif.

Atas perbuatannya tersangka pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU Nomor: 35/2008 tentang narkotika, ancaman hukuman 5-20 tahun penjara.

Petugas masih mengorek asal usul sabu diperoleh dari kedua tersangka. Bagaimana tanggapan pihak Dinas Pendidikan atas kejadian itu ?.

“Kami hanya bisa prihatin atas kejadian itu, padahal dalam berbagai kesempatan diingatkan‚Äč agar seluruh ASN menghindari narkoba. Jika ada terkena narkoba, risiko ditanggung sendiri,” tandas Kepala Dinas Pendidikan setempat Sodik Hery Purnomo.(*)