Kasat Reskrim : BS Tersangka Galian C yang Melebihi Kordinat, di Karangdagangan, Bandarkedungmulyo

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Norman Wahyu Hidayat

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Jombang, menggerebek galian C yang ada di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Pasalnya galian C ini melakukan pelanngaran karena melakukan kegiatan tambang, melebihi kordinat yang ditentukan dalam izin galian. Bahkan kelebihan kordinat itu besarannya yakni 5 Hektar, dari kordinat yang ditentukan.

AKP Norman Wahyu Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, terkait sudah adakah tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolsian, Kasat Reskrim menuturkan,” BS selaku pemilik galian, sudah ditetapkan menjadi tersangka karena sudah melanggar titik koordinat yang mencapai 5 hektar dari yang ditentukan dari izinnya. Hal ini diperoleh petugas setelah memeriksa ketujuh saksi. Sedangkan 6 saksi lainnya yang sebagai pembeli, pengawas serta operator sudah dipulangkan karena mereka tidak tahu apa-apa,” ujarnya.(07/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kasat Reskrim,” Untuk melengkapi bukti-bukti, sudah diamanakan 3 buah dump truck yang membawa hasil tambang, 1 alat berat excavator merk liugong 920 D yang sekarang berada di Satlantas Polres Jombang,” tegasnya.

Lanjut Kasat Reskrim,”  kami menghimbau kepada seluruh penambang liar dan pemilik galian C tak berizin untuk menghentikan usahanya. Dan bagi pemilik usaha galian C jika melebihi titik koordinat yang telah ditentukan sesuai izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) maka akan kami tindak,” paparnya.

Saat disinggung terkait pasal apa yang dikenakan padatersangka BS, Kasat Reskrim menuturkan,”  tersangka BS kita jerat dengan pasal 158 undang undang no.4 tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak 10 milyar rupiah,” pungkasnya.(elo)