FRMJ Desak Bupati Berhentikan Sementara Kades Banjarsari, dan Minta Aparat Penegak Hukum Serius Tangani Perkara, agar Kasus Kades Banjarsari Tidak Masuk Angin

Joko Fattah Rochim selaku ketua FRMJ

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : B (50), seorang Kepala Desa (kades) Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, telah ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Jombang, atas kasus pertambangan galian C yang melebihi titik koordinat seluas 5 hektar, sesuai dengan ketentuan dalam izin pertambangan yang dimiliknya. Bukan hanya itu Kades Banjarsari ini kemungkinan akan dicopot jika memang nantinya kasusnya masuk ke fase persidangan.

Hal ini diungkapkan oleh Agus Purnomo, selaku Kabag Hukum Pemkab Jombang, saat dikonfirmasi via seluler pihaknya mengatakan,” apabila pihak kami menerima surat resmi penetapan tersangka dari Kepolisian, B bisa saja dihentikan statusnya sebagai Kades, namun saat ini kami belum menerima surat resmi dari Polres terkait penetapan tersangka B”, ujarnya.(08/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kabag Hukum, ” pemecatan atau pemberhentian Kades bisa dilakukan apabila sudah ada keputusan hukum tetap (Incracht) sebagaimana diatur dalam UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa. Kepala Desa diberhentikan sementara oleh Bupati/Walikota setelah dinyatakan sebagai terdakwa yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun berdasarkan register perkara di pengadilan”, ungkapnya.

Sementara itu Joko Fattah Rochim, selaku ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), saat ditemui kanalindonesia.com di kantornya, mengatakan,” kami meminta pada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, perkara yang menjerat Kades Banjarsari, dan jangan sampai kasusnya masuk angin, seperti tahun kemarin,” tegasnya.(08/05/2017)

Lanjut Fattah,” bukan hanya itu kami juga akan mengawasi jalannya proses hukum terhadap perkara ini, mengingat Kades Banjarsari sudah pernah berurusan dengan hukum pada waktu itu, namun para tersangkanya tetap bebas, dan hanya sebatas sebagai tahanan kota, karena ada surat jaminan dari salah satu ormas,” paparnya.

Saat disinggung terkait langkah apa yang akan diambil oleh pihaknya mengingat tersangka B juga menjabat sebagai Kades, pria yang akrab disapa cak fattah ini mengatakan,” kami minta pada Bupati Jombang, untuk memberhentikan sementara Kades Banjarsari, sesuai dengan kenetntuan yang berlaku, biar tidak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, tersangka B juga merupakan tokoh di salah satu ormas keagamaan, dan tersangka B juga pernah mencalonkan sebagai calon ketua, namun B kalah, karena hanya memperoleh 100 suara.(elo)