Dalam 2 Hari, Ratusan Pengendara Terjaring Razia Operasi Patuh Semeru 2017

Razia Stasioner Satlantas Polres Jombang dalam rangka Operasi Patuh

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Sebanyak 265 pengendara terjaring dalam 2 hari razia Operasi Patuh Semeru 2017 di Kabupaten Jombang. Mayoritas pengendara yang terjaring yakni mereka yang melakukan pelanggaran kasat mata dan tidak membawa surat kelengkapan berkendara.

Hal ini disampaikan oleh Iptu Totok, selaku kepala urusan pembinaan operasi Satlantas Polres Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan, “Pelanggaran kasat mata yakni mereka yang melanggar rambu-rambu, tidak mengenakan helm saat ketahuan petugas dan akhirnya dilakukan penindakan,” ungkapnya.(10/05/2017)

Saat disinggung bagaimanakah sitem penerapan razia operasi patuh semeru 2017, Totok menuturkan,” sistem razia dalam operasi patuh semeru 2017 yakni menggunakan dua sistem razia, yang pertama yakni hunting system dimana anggota dilapangan melakukan pencarian pengendara yang melanggar atau melihat pengendara yang tidak menggunakan helm langsung ditindak ditempat. Sedangkan metode operasi kedua yakni dengan Razia stasioner,” paparnya.

Masih menurut penjelasan Totok,“Razia stasioner yakni mekanisme razia yang dilakukan disuatu tempat yang dinilai rawan pelanggaran, dan untuk lokasinya sewaktu-waktu dapat berpindah-pindah,” tegasnya.

Lanjut Totok, “ Operasi Patuh Semeru 2017 digelar secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, pada 9-22 Mei 2017. Hal ini untuk menanggulangi meningkatnya angka kecelakaan lalulintas,” pungkasnya.(elo)