Korban Kasus Dugaan Pencabulan Dibawah Umur, Plandaan Kabur saat Hendak Diperiksa, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat, SH, SIK

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jajaran Satreskrim Polres Jombang kesulitan dalam mengungkap kasus dugaan persetubuhan dibawah umur yang melibatkan AD (15) warga kecamatan Plandaan, Jombang. Pasalnya korban enggan diperiksa oleh petugas dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang, bahkan AD kabur meninggalkan Polres Jombang saat akan dilakukan pemeriksaan.

Hal ini diungkapkan oleh AKP Wahyu Norman Hidayat, SH, SIK, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan, “Kita sudah coba untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban namun saat akan diperiksa dan dilakukan pihak korban malah kabur meninggalkan Polres Jombang,” ujarnya.(10/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kasat Reskrim,” kami menyadari jika isu pemerkosaan di Kecamatan Plandaan, Jombang menjadi sebuah berita menarik bagi publik khususnya untuk wilayah Kabupaten Jombang dan umumnya untuk wilayah Indonesia, tetapi yang menjadi permasalahan sebenarnya adalah perkara tersebut adalah persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh orang dewasa ditempat dan waktu yang berbeda,” tegasnya.

Saat disinggung langkah apa yang akan dilakukan oleh pihaknya, untuk menangani perkara ini, Kasat Reskrim mengatakan,” kami akan tetap berusaha untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban, sehingga di situ jelas titik terang perkara yang melibatkan gadis dibawah umur tersebut,” paparnya.

Lanjut Kasat Reskrim,” Dalam waktu dekat kita akan mencoba komunikasi dengan keluarga korban untuk segera melakukan pemeriksaan di kantor kepolisian sehingga pihak kepolisian dapat menentukan upaya selanjutnya,” pungkasnya.(elo)