Siap Berkompetisi Global, Lulusan STIkes Indramayu Dipromosikan Tim KJRI Jeddah di Arab Saudi

foto: istimewa

KANALINDONESIA.COM,Jeddah: Salah satu Rumah Sakit di Jeddah Arab Saudi bernama Chronic Care Specialist Medical Center (CCSMC) sangat terbuka untuk menerima lulusan tenaga perawat dari Indonesia.

Salah satu Sekolah Keperawatan yang jeli melihat peluang ini adalah Sekolah Tinggi Kesehatan (STIkes) Indramayu Jawa Barat.

Berdiri sejak tahun 2002, STIKes membina program studi Ilmu Kesehatandengan 3 (tiga) program studi yaitu Ilmu Keperawatan (S1), Ilmu Kesehatan Masyarakat (S1) dan Ilmu Kebidanan (D-III). Sebagai salah satu Icon dunia Pendidikan di Kabupaten Indramayu, STIkes diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan tinggi yang kuat, dinamis, unggul dan menghasilkan lulusan yang memiliki integritas tinggi dalam menghadapi era global termasuk berkompetisi di Arab Saudi.

Guna merealisasikan impian besar tersebut, Pada akhir April 2017, Direktur STIkes Indramayu Heri Sugiarto, beserta pengurus yayasan dan tenaga dosen didampingi oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah melakukan pertemuan bisnis dengan pihak manajemen Chronic Care Specialist Medical Center.

Pada pertemuan ini Direktur STIKes bertemu secara langsung dengan Dr Marwan Wazir, Human Resources Directordan Ali T Alaeddine, Director of Nursing untuk membahas peluang kerjasama penyediaan tenaga perawat di Rumah Sakit di Jeddah ini.

Dr Marwan Wazir dalam kesempatan pertemuan tersebut menyatakan bahwa pihak Rumah Sakit CSCMC sangat terbuka untuk merekrut tenaga perawat dari Indonesia termasuk alumni STIkes Indramayu dengan persyaratan mempunyai pengalaman 2 (dua) tahun di Rumah Sakit di Indonesia dengan kompetensi minimal sebagai asisten perawat. Calon pegawai juga dituntut mempunyai kemampuan berbahasa inggris yang memadai yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau yang sejenis.

“Kami sangat senang dengan perawat–perawat dari Indonesia yang mempunyai karakter sabar, perhatian, tekun dan sangat perhatian dengan pasien-pasien di RumahSakit di Arab Saudi.  Kami sangat tertarik untuk dapat bekerja sama dengan STIkes Indramayu karena kami menganggap Indonesia adalah rumah ke 2 bagi warga Arab Saudi. Selain itu Indonesia dan Arab Saudi mempunyai ikatan emosional yang kuat sebagai Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar didunia. Kami berharap dalam waktu dekat dapat berkunjungan ke STIkes untuk melihat proses pembelajaran dan sarana prasarana STikes, dengan demikian kami akan yakin dengan kompetensi yang telah di luluskan oleh pihak STIkes”

Direktur STIkes pada kesempatan melakukan meeting dengan pihak CSCMC menyatakan bahwa sebagai bukti STIkes Indramayu mampu berkompetisi secara global adalah sudah ada beberapa lulusan di STIkes Indramayu yang bekerja sebagai tenaga professional perawat di Rumah Sakit Markaz Taheel Alshameel Jeddah dan Rumah Sakit Rehabilitation Centers di wilayah Al Baha.

Sebagai langkah awal pihak CSCMC menyarankan kepada Stikes  Indramayu untuk mengirimkan kurikulum mata kuliah STIkes untuk dikirim kepada CCSMC untuk diteruskan kepada Saudi Council of Health (SCH).

Pihak SCH akan melakukan evaluasi dan analisa mengenai kelayakan kurikulum STIkes dengan kurikulum internasional yang selama ini digunakan sebagai rujukan oleh pihak CCSMC dalam melakukan recruitment pegawai dibidang keperawatan atau kebidanan jelas Konsul Jenderal R.I Jeddah M Hery Saripudin.

Lebih lanjut Konsul Jenderal R.I Jeddah menambahkan bahwa untuk memperkuat kompetensi lulusan STIkes, Stikes Indramyu diharapkan dapat memanfaatkan peluang kerja sama dengan Rumah Sakit Bunda yang telah melakukan penandatanganan MoU pada saat kunjungan Raja Salman ke Indonesia dengan Takamul Saudiah For Development Center dalam bidang kerjasama pendidikan dan pelatihan bagi para perawat kesehatan dan tenaga medis dengan target 1000 orang perbulan.

Training ini sangat penting untuk mempersiapkan lulusan Stikes yang mempunyai keinginan bekerja di Arab Saudi.

Gunawan, Kepala ITPC Jeddah pada kesempatan bersama Direktur STIKes menambahkan bahwa untuk keperluan perekrutan calon pegawai profesi perawat, CCSMC menyatakan kesedianya untuk melakukan perektutan di 2 (dua) tempat yaitu di Indonesia (STIkes) dan juga di Jeddah Arab Saudi. CCSMC juga dapat memberikan calling visa bagi calon pegawai dari Stikes yang akan melakukan test penempatan di Jeddah Arab Saudi.

Bagi calon perawat lulusan Stikes dari Indonesia yang lulus dan diterima bekerja di CCSMC, CCSMC akan memberikan fasilitas gaji, kesehatan, asuransi dan fasilitas lainnya sama dengan perawat-perawat yang bekerja di CCSMC dari berbagai Negara seperti lulusan dari Philipina.

Kesempatan ini merupakan peluang bagi lulusan perawat dari Indonesia untuk dapat berkompetisi dengan tenaga professional dari negara lain, dan merubah image bahwa Indonesia merupakan negara yang maju dan hanya mengrimkan tenaga professional ke Arab Saudi.(*)