GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Selama sepekan murid SMA Negeri 1 Wringinanom mendapatkan tambahan jam belajar melalui program Peningkatan intensif Belajar (PIB), untuk bidang studi Bahasa Inggris.

Tak tanggung-tanggung, satuan pendidikan tersebut menghadirkan tutor dari Happy English Course dari kota Pare, Kabupaten Kediri, Jatim. Selama sebulan, dua tutor dari Kampung Inggris tersebut menginap di mess yang telah disediakan pihak sekolahan selama mengajar di kelas khusus tersebut.

Sebanyak 30 murid yang ikut dalam program kelas khusus tersebut, tentunya ada sedikit tambahan biaya yang harus di topang oleh orang tua murid untuk program tersebut. Pada Kamis (25/11/2021) program tambahan jam belajar tersebut, telah usai dilaksanakan dan digelar perpisahan.

Pada saat implementasi perpisahan, 30 murid yang telah mengenyam pendidikan kursus dalam program tersebut menampilkan berbagai drama kolosal yang menggunakan bahasa Inggris aktif, yang disaksikan orang tua murid, Komite sekolah serta Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom Drs.Sukadi bersama dewan guru.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom, Drs.Sukadi mengapresiasi torehan prestasi anak didiknya selama mengenyam program tambahan jam belajar tersebut. Dalam sambutannya Sukadi mengatakan,”luar biasa, hari ini kita tahu hasil dari anak-anak kita mengikuti kursus bahasa Inggris selama sepekan,”kata dia.

Sukadi menambahkan,”selain mendapatkan ilmu tentang bahasa Inggris, putra-putri panjenengan dari segi akhlak dan mental juga terlihat berbeda, yang mana anak-anak kita lebih sopan santun, berani tampil dengan berbahasa Inggris di muka umum, ini tidak mudah,”lanjut Sukadi, saat berpidato di hadapan orang tua murid.

Dalam jarak dekat, pria yang berpenampilan apa adanya itu akan meluncurkan sebuah buku dengan judul, “Mulanya Dipaksa’ Akhirnya Bisa Berbahasa Inggris”.

Usai menyampaikan pidatonya, pria berkumis tebal itu memberikan reward pada 3 siswa yang mendapatkan nilai terbaik, dan menutup acara”farawell Party Happy English Learning.

Sementara itu, Siti (48) wali murid dari Taufiq Tri Winardi kelas XI IPA 1, asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, sangat mendukung program yang dicanangkan oleh pihak sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan.

“Saya bangga anak saya bisa berbahasa Inggris aktif, soalnya nyata, terlihat hasilnya, kami sebagai orang tua jadi antuasias dan tidak sia-sia dalam membiayainya,” ujarnya.

Hal senada juga terlontar dari orang tua murid dari Muhammad Fathurrohman Kelas XII IPA 1, Ibu Inem Indrawati asal Desa Bogem, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, pihaknya setuju jika program kelas khusus ini dilanjutkan kembali.

“Dengan mengikuti program kelas khusus, jam bermain anak saya semakin berkurang, dan terlihat saat acara perpisahan berlangsung dia mampu menyampaikan menggunakan bahasa Inggris,”pungkas Ibu Inem Indrawati.(Irwan_kanalindonesia.com)

-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here