Waow, Praktik Pungli di Jatim Peringkat II Nasional

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, SURABAYA : Maraknya praktik pungutan liar (pungli) di Jawa Timur, membuat Jatim menempati urutan ke 2, secara nasional. Hal ini mengacu pada, adanya pengungkapan kasus pungli, di daerah melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh satuan tugas sapu bersih (satgas saber) pungli.

Hal ini diungkapkan oleh, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Jawa Timur, Kombes Wahyudi Hidayat yang mengatakan, “ bahwa selama 2017 tim saber pungli telah melakukan OTT sebanyak 64 kasus. Jawa timur, berada satu peringkat di bawah Jawa Barat yang paling banyak ditemukan kasus pungli secara nasional,” ungkapnya.(12/05/2017)

Saat disinggung kasus apa yang paling banyak dilakukan pungli, oleh oknum-oknum tersebut, Wahyudi, memaparkan, “Kasus yang banyak terjadi adalah pungli Dana Desa (DD) dan pengurusan sertifikat tanah pada proyek operasi nasional agraria (prona),” katanya.

Masih menurut penjelasan Wahyudi, “ dari 64 OTT yang dilakukan tim saber pungli sama sekali tidak ditemukan pejabat eselon negara atau pemerintah yang ikut terlibat. Yang paling banyak terjaring OTT adalah perangkat desa, oknum PNS di kecamatan dan pihak swasta,” tegasnya.

Lanjut Wahyudi, “Kalaupun ada itu pejabat ekselon, ya, setingkat camat. Namun, jarang sekali,” paparnya.

Ketika ditanya daerah mana yang paling banyak adanya praktek pungli, Wahyudi menjelaskan, “Di Jawa Timur yang paling banyak terjadi pungli ada di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, dari 64 kasus yang dibongkar, total tim satgas saber pungli berhasil menyita barang bukti sekitar Rp 2,6 miliar dan beberapa mobil. Barang bukti itu disita saat OTT dan setelah penyidikan.(msb1/elo)