Pedagang Pasar Songgolangit Tidak Jadi Direlokasi

Para pedagang pasar songgolangit yang lapaknya turut terbakar saat berlangsung pertemuan dengan bupati ponorogo dan dinas terkait di halaman pasar songgolangit

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bersama seluruh OPD yang terkait telah memutuskan untuk tidak merelokasi pedagang menuju lahan lain di luar lingkungan Pasar Songgolangit.

“Sesuai permintaan pedagang, kita akan pakai lokasi yang sekarang. Yaitu di lantai dasarnya saja, lantai atas tidak dipakai karena kan kondisinya begitu,” ungkap Ipong.

Sebanyak 575 pedagang korban kebakaran yang kemarin menempati dua lantai, yaitu 241 di lantai 1 dan 334 di lantai 2, rencananya akan dijadikan satu lantai di lantai 1 seluruhnya. Penempatan pasar penampungan atau pasar darurat di lokasi tersebut diperkirakan sampai akhir tahun mendatang.

“Mereka minta tidak keluar dari Pasar Legi (Songgolangit) sampai Lebaran, maka kita penuhi. Relokasi tetap di situ, di bekas kebakaran itu. Untuk lantai 1 kan ,” jelas Ipong.

Lokasi itu akan dibersihkan lebih dulu dari puing-puing kebakaran yang sekarang berserakan. Tim dari BPBD, Tagana, Bagana, TNI, Polri dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) termasuk para pedagang sendiri, akan dikerahkan. Setidaknya, kata Ipong, akan butuh waktu sepekan untuk menjadikan lokasi tersebut layak untuk ditempati kembali.

“Yang di lantai 2, yang ada besi-besi bekas kebakaran, semua yang membayakan akan kita bongkar. Yang dipakai lantai 1 saja. Kalau kurang, pakai lahan pasar pengadilan (sebutan untuk area pasar bagian utara). Kalau nggak cukup juga, pakai lapangan U (lokasi parkir utara),” urainya.

Relokasi di bekas kebakaran ini mungkin akan sampai menjelang dibangunnya kembali Pasar Songgolangit secara keseluruhan.

“Kalau mereka minat sampai bada (Lebaran), kita berikan waktu sampai akhir tahun. Jadi misalnya Maret kita bisa mulai membangun, maka Januari akan kita relokasi semua, bukan hanya korban kebakaran, ke lahan eks RSUD,” jelas Ipong.

Sementara itu,  Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Ponorogo Andin Andanawarih kepada kanalindonesia.com mengatakan,”semua pedagang terdampak yaitu yang berjumlah 575 tersebut akan menempati lantai bawah, dengan ukuran menyesuaian. Jadi dari yang awalnya mereka menempati lapak dengan ukuran 3×3 meter, nanti ukuranya akan berubah menjadi 2 x 2 meter. Hal ini dilakukan agar semua bisa ditampung di lantai dasar,”ucapnya.

Dijelaskanya, bila lantai 1 bagian selatan pasar Songgolangit tidak muat, mereka akan ditempatkan di plataran pasar yang letaknya disisi utara pasar atau lahan bekas pengadilan negeri yang sekarang dimanfaatkan untuk perluasan pasar.(arso)