Di Jombang Aksi Perampasan Depkolektor Marak Terjadi, Masyarakat Resah

ilustrasi perampasan Depkolektor

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya Nindha Ika Christyani (19) dan Risma Nuramin (20) warga asal Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Jombang, menjadi korban perampasan sepeda motor yang dikendarainya saat hendak melamar pekerjaan di Komplek Pertokoan Cempaka Mas di jalan Soekarnohatta Jombang.

Korban yang pada waktu itu bersama temannya Risma hendak melamar pekerjaan di salah satu Toko di area komplek Cempaka Mas, tiba-tiba didatangi 2 orang, selanjutnya mereka mengambil kunci sepeda motor yang dikendarainya, dan menyuruh keduanya ikut ke salah satu kantor Finance yang ada di area tersebut, selanjutnya Nindha disuruh untuk menandatangani sejumlah surat yang tidak dipahami apa maksud dan tujuan dari surat tersebut, setelah tak mau menandatangani surat tersebut, keduanya dibiarkan terlantar di kantor finance yang ada di area tersebut.

Hal serupa juga dialami oleh Habiburohman (15) warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” waktu itu saya mau mengambil uang di ATM Bank BCA Cabang Jombang, setelah keluar di dedap saya dihadang 2 orang, sambil menanyakan apakah saya anaknya pak Ihsan, ya saya jawab iya pak ada apa?, selanjutnya salah satu dari mereka mengajak saya ke kantor,” ujarnya.(17/05/2017)

Ketika disinggung dikantor manakah pihaknya diajak oleh kedua orang tersebut, Habib menjelaskan,” saya kira saya diajak ke kantor polisi, karena saya waktu itu takut karena tidak memilik SIM, dan tidak membawa STNK, dan ternyata saya di bawa ke kantor mereka di jalan Soekarno Hatta nomer 55 Kepukembeng. Dan ternyata itu kantor finance,” tegasnya.

STNK milik Ihsan Efendi atas nama istrinya, yang kendaraannya sudah di rampas Depkolektor

Masih menurut penjelasan Habib,” saya dipaksa tanda tangan oleh salah satu orang di kantor itu, mas, yang saya sendiri tidak tahu apa isi dan maksud dari surat, itu. Setelah tanda tangan saya disuruh pulang, dan saya tanyak sepeda motor ayah saya mana pak, katanya sepeda motornya di sita,” tukasnya.

Lanjut Habib,” setelah itu saya pulang naik becak dan telpon ayah saya, menceritakan soal sepedanya dirampas orang,” pungkasnya.

Sementara itu Ihsan selaku Ayah Habib saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan,” saya waktu itu bingung mas, karena saya sedang ada di Jakarta, jadi tidak sempat mendatangi kantor finance tersebut,” tegasnya.

Saat ditanya apa langkah dari pihaknya setelah mengetahui adanya perampasan tersebut,” setelah hampir 2 minggu saya melaporkan kejadian itu, ke Polsek Kota Jombang, namun laporan saya tidak terima dan saya diajak konsultasi, dan salah satu anggota dari Polsek menyarankan saya untuk lapor ke Polres Jombang,” paparnya.(17/05/2017)

Masih menurut Ihsan,” saya sendiri bingung kenapa pihak dari finance bisa menyuruh anak yang masih dibawah umur untuk menandatangani surat penyerahan unit, padahal jelas itu tidak sah, menurut ketentuan syarat perjanjian yang diatur dalam KUHPerdata,” ungkapnya.

Lanjut Ihsan,” saya sudah mengadu soal ini ke temen-temen LSM FRMJ, mas nanti tinggal nunggu kabar bagaimana petunjuk dari temen-temen LSM,” katanya.

Saat ditanya apa yang menjadi harapannya terkait maraknya aksi perampasan oleh pihak Depkolektor, pria yang juga merupakan tokoh dari partai politik di berlambang Kakbah, ini mengatakan,” saya berharap pada pihak Kepolisian agar membubarkan aksi premanisme Depkolektor, karena tindakan perampasan yang dilakukan oleh depkolrktor ini sungguh sangat meresahkan masyarakat, dan pada pihak finance seharusnya datang baik-baik untuk menyelesaikan urusan angsuran, karena saya siap melakukan pelunasan, dan tidak harus menyewa jasa preman,” pungkasnya.(elo)