Perampok Bank Jateng Ungaran Bersenjatakan Airsoft Gun

9KANALINDONESIA.COM, UNGARAN: Kawanan perampok yang berjumlah empat orang yang beraksi di Bank Jateng kantor kas Tarubudaya Ungaran, Kamis (18/5/2017) siang bersenjatakan airsoft gun.

Hal ini diketahui oleh petugas yang melakukan oleh TKP yang mendapati sepucuk airsoft gun tertinggal di salah satu ruangan bank tersebut.

“Kita temukan didalam kantor kas tertinggal satu senjata airsoft gun,tapi tidak ada yang dilukai,” kata Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso.

Menurut Thirdy, aksi perampokan tersebut berlangsung sekitar lima menit. Kawanan perampok memasuki kantor kas dengan mengenakan helm rapat. Beberapa pelaku kemudian mematikan lampu dan mengambil DVR kamera pengintai yang ada di ruangan kantor kas ini.

Sementara beberapa pelaku lainnya mengikat satpam, pegawai bank dan nasabah dengan mengggnakan kabel dan lakban. Setelah semua orang yang ada di dalam kantor kas Bank Jateng ini tak berkutik, para pelaku dengan leluasa mengambil uang dari kantor kas.

“Ada juga perhiasan dan beberapa jam tangan salah satu karyawan juga diambil,” lanjutnya.

Setelah mengambil uang tunai dan sejumlah perhiasan dari pegawai bank, kawanan pelaku ini langsung meninggalkan kompleks perkantoran Tarubudaya dengan mengendarai dua sepeda motor, Suzuki Satria FU dan Yamaha Vixion. Mereka juga mengunci kantor kas dari luar.

“Diketahui setelah salah satu korban menggedor-gedor dinding penyekat, sehingga diketahui oleh pegawai kantor sebelah,” ujarnya.

Thirdy menambahkan, polisi masih menyelidiki kawanan perampok ini dengan mempelajari rekaman kamera pengintai lain yang ada di luar lokasi kantor kas Tarubudaya ini.

“Sebab sebelum penyekapan, mereka mematikan lampu dan mengambil DVR CCTV. Kami akan coba mengunakan CCTV yang lain,” ucapnya.

Sementara itu, setelah dua jam melakukan olah TKP, Tim Inafis Polres Semarang terlihat membawa sejumlah barang bukti dari dalam kantor kas bank Jateng ini. Beberapa diantaranya adalah kabel dan lakban yang diperkirakan digunakan untuk mengikat para korban.(KI-01/kompas.com)