Warga Kebonharjo Minta PT. KAI Segera Berikan Ganti Rugi Rumah Yang Telah Digusur

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG: Tragedi penggusuran rumah warga Kebonharjo 1 tahun silam yang dilakukan PT.KAI Daop 4 Semarang telah membikin trauma warga sampai sekarang, pasalnya warga sampai sekarang menuntut ganti rugi atas rumah mereka yang digusur. Namun PT.KAI DAOP 4 Semarang hanya diam tanpa ada kejelasan untuk bisa mengganti rugi.

Budi ,kuasa hukum warga Kebonharjo, mengatakan, kami sabagai kuasa hukum dan sekaligus mewakili warga Kebonharjo meminta supaya PT. KAI DAOP 4 mau mengganti rugi serta bisa duduk bersama dengan warga untuk kejelasan rumah mereka yang digusur secara paksa.

“Warga sampai sekarang masih trauma dengan tindakan PT.KAI, karena rumah mereka yang sudah berpuluh tahun ditempati digusur. Karena rumah yang mereka huni masih kuat atas kepemilikan rumah serta sertifikat hak milik (SHM).”ujarnya saat ditemui dalam acara tragedi mengenang 1 tahun penggusuran, Minggu (21/05/2017), di Kampung Kenbon Harjo Semarang.

Budi menambahkan perkembangan sampai saat ini masih proses banding atau diterima di pengadilan. Proses untuk undang – undang sudah berlaku di persidangan.

“Kemaren sempat ada balai tim dari PT.KAI DAOP 4 Semarang dan juga ada mentri perhubungan yang langsung datang untuk meninjau serta mengkaji ulang,”sambungnya.

Dari data yang diterima rumah warga Kebonharjo masih memiliki kuat atas sertifikat hak milik (SHM). Sekitar 52 rumah yang sudah bersertifikat hak milik (SHM) dan 132 bangunan – bangunan berupa masjid, sekolah dan tempat fasiltas umum laennya.

Selanjutnya rumah warga yang digusur permeter berkisar Rp 250.000 – Rp 500.000. Rumah tersebut menurut keterangan warga mereka mempunyai sertifikat hak milik (SHM).

“Intinya dari warga kami tidak setuju atau menolak kalau sampai tidak diganti rugi, sebagian 40% rumah ada yg bersertifikat resmi dan sebagian lagi ¬†ada yang tidak bersertifikat resmi. kami sudah bersetifikat hak milik (SHM) dan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) keabsahannya asli.”ujar Sugeng Warga kebon harjo yang rumahnya ikut tergusur kepada kanalindonesia.com

Ditambahkannya, warga yang rumahnya tidak mempunyai sertifikat resmi itu rata – rata mereka sudah menempati puluhan tahun dan dulu berupa tanah aja seterusnya dibangun berupa rumah, tapi tiba-tiba dari PT.KAI seenaknya menggusur begitu saja dan tanpa ada rembukan dulu. bila perlu Warga rela mati melawan PT.KAI demi supaya diganti.

“Semoga PT.KAI cepat menggantinya dan ada rasa iba kepada kami warga Kebon Harjo, warga tidak menuntut apa – apa, cuma satu yang kami minta segera ada penanganan ganti rugi rumah yang telah digusurnya,”tegasnya. (Andi)