Kaum Minoritas, Impikan Figur Calon Kepala Daerah yang Jujur dan Mampu Beri Lapangan Kerja

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jelang pemilihan umum kepala daerah (pemilukada), serentak pada 2018 nanti, sejumlah partai politik (Parpol) di Jombang sudah mempersiapkan diri, dengan pemanasan mesin partai ataupun penjaringan dan penyaringan, bahkan sejumlah figure dari berbagai kalangan menjadi peserta seleksi oleh beberapa parpol.

Seleksi figure atau sejumlah tokoh yang berangkat dari latar belakang yang beragam, mulai dari pengusaha, elit parpol, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala Desa, belumlah tentu sejalan dengan keinginan masyarakat, baik dari kalangan mayoritas maupun minoritas. Karena kepentingan parpol belum tentu sejalan dengan keinginan masyarakat.

Seperti diungkapkan oleh Ahmad Adi Yahya (20), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Jombang, pemuda yang hanya tamat SMP ini, saat ditemui kanalindonesia.com, dan ditanya bagaimana tanggapannya mengenai pemilukada serentak nanti pada 2018, pihaknya mengatakan,” wah kalau berbicara soal pilkada, saya gak mengerti mas, yang penting cari uang mas, buat makan setiap hari,”  ujarnya.

Saat disinggung bagaimana sosok figure kepala daerah yang diharapkannya untuk memimpin Jombang nantinya, pemuda yang setiap harinya bekerja sebagai pembantu disebuah warung kopi ini menjelaskan,” harapan saya Bupati yang  nanti jadi selalu berpihak pada kalangan bawah, semisal seperti saya ini yang hanya tamat SMP karena tidak ada biaya dan hari ini sulit untuk mencari kerja,” tegasnya.(23/05/2017)

Masih menurut penjelasan Adi,” selama ini susah mas, untuk mencari pekerjaan, untuk mencari uang, saya ikut bantu saudara jualan kopi, meskipun hasilnya tidak seberapa, tapi hanya ini yang bisa saya lakukan,” katanya.

Lanjut Adi,” harapan saya pada pemerintah daerah, agar menyediakan lapangan kerja yang banyak, khususnya untuk orang seperti saya yang latar belakang pendidikannya, rendah,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Dwi Antoko (21), lulusan SD, warga asal Desa Jombatan, Kecamatan Jombang. Pemuda yang pekerjaan sehari-harinya membantu berjualan di sebuah warung makanan, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” saya berharap pada pemerintah daerah agar Jombang Sejahtera untuk Semua tidak hanya menjadi slogan, karena hingga kini hidup saya masih jauh dari yang namanya sejahtera,” paparnya.(23/05/2017)

Saat ditanya berapa penghasilannya perhari dari hasil membantu berjualan dari warung makanan, lesehan tersebut, Dwi menjelaskan,” kalau warungnya ramai ya saya dapat gaji 45 ribu mas, kalau sepi ya 30 ribu, perharinya,” ungkapnya.

Ketika ditanya sosok seperti apakah figure bupati kedepan yang diharapkannya, pemuda berpawakan mungil ini menuturkan,” bupati yang saya harapkan orangnya jujur dan amanah tidak PHP,” ucapnya.

Lantas apa harapannya pada pemerintah daerah saat ini, pihaknya mengatakan,” harapan saya agar pemda menyediakan lapak untuk berdagang bagi orang-orang yang mempunyai latar belakang pendidikan rendah, seperti saya, agar bisa berjualan sendiri dan menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun kanaliindonesia.com, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, ditahun akhir tahun 2016 angka pencari kerja di Kabupaten Jombang mencapai 39.850 orang, jumlah tersebut belum ditambah dengan mereka yang sudah lulus sekolah pada tahun 2017 yakni mencapai 10.000 orang. Hal ini menunjukkan bahwa angka pengangguran di Kabupaten Jombang masih tinggi. Dan pada pemilukada nanti masyarakat dari kaum minoritas mengharapkan adanya banyak lapangan kerja, untuk kalangannya.(elo)