Pemohon SIM, Bisa Bawa Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Puskesmas

ilustrasi alur pengajuan sim baru

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Salah satu dokumen penting yang wajib Anda miliki jika Anda mengemudikan sendiri suatu kendaraan bermotor adalah Surat Izin Mengemudi atau disingkat SIM. Di Indonesia, SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Sesuai dengan Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, pemohon diharuskan, memenuhi sejumlah persyaratan, yang salah satu syaratnya yakni membuat Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani, dimana Surat keterangan sehat jasmani dan rohani ini dikeluarkan oleh dokter dan dapat dibuat di klinik kepolisian atau di pusat pelayanan kesehatan lainnya.

Namun di Jombang, suasana antri akan kita jumpai saat melihat salah satu klinik yang melayani surat keterangan sehat jasmani dan rohani bagi pemohon SIM, di Jl. Anggrek, Candi Mulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Hal ini membuat sejumlah pemohon mengeluh.

Hal ini diungkapkan oleh  Asnan Setiawan (35), warga asal Desa Kaliwungu, selaku pemohon surat keterangan kesehatan untuk syarat pengajuan SIM, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” harus antri mas untuk dapat surat keterangan sehat jasmani dan rohani, untuk pengajuan SIM baru atau perpanjangan,” ujarnya.(23/05/2017)

Saat ditanya apa saja yang harus dilakukan oleh pihaknya agar mendapatkan surat tersebut, yang merupakan syarat permohonan pembuatan SIM, pihaknya mengatakan,”  saya di uji oleh petugas untuk  melihat huruf alfabet dari berbagai ukuran, selanjutnya saya membayar Rp 25,000 dan surat keterangan kesehatan, ditanda tangani oleh petugas, kemudian bisa dibawa kembali ke Satlantas,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Piryadi (45) warga asal Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan,” tadi saya perpanjangan SIM, juga harus meminta surat keterangan kesehatan dari klinik yang ditunjuk oleh Satlantas, sudah antri dan disuruh membayar Rp 25.000,” ungkapnya.

Masih menurut penjelasan Piryadi,” kenapa ya harus di klinik itu, bukannya di puskesmas, kalau di puskesmas kan gratis,” jelasnya.

Ketika keduanya ditanya, seandainya ada opsi pilihan untuk pemohon SIM diharuskan mendapat surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari puskesmas setempat atau dari klinik yang direkomendasi Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian (Bidokkes), keduanya menjawab lebih memilih dari puskesmas. “ jelas kami plih dari puskesmas karena dekat dengan rumah dan gratis tidak membayar mas,” kata kedua pemohon SIM tersebut.

Sementara itu AKP Inggal Widya Perdana selaku Kasat Lantas Polres Jombang, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, via seluler, pihaknya menjelaskan,” untuk klinik tersebut memang dokter yang bertugas sudah mendapatkan rekomendasi untuk menguji penglihatan pengemudi dari Biddokkes Polda Jatim,” paparnya.(23/05/2017)

Masih menurut Inggal,” sebenarnya pemohon diperbolehkan untuk membawa surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari tempat lain (red: puskesmas), kan tetapi petugas akan melakukan pengecekan ulang, karena surat tersebut sangat penting dan tidak boleh asal dibuat, jika ini dilakukan maka prosesnya akan panjang, istilahnya kita akan dua kali kerja, sehingga membuat proses pengajuan SIM menjadi panjang, dan memakan waktu lama,” katanya.

Lanjut inggal,” karena kita mengutamakan pelayanan dan bagaimana caranya agar pemohon bisa cepat memperoleh SIM, makanya kita merekomendasikan untuk langsung meminta surat keterangan dari klinik yang doketernya sudah direkomendasi oleh Bidokkes Polda Jatim,” tukasnya.

Saat ditanya kenapa pemohon diharuskan membayar, Inggal mengatakan,” itu kan sah mas, biaya itu digunakan sebagai biaya jasa doketer untuk memeriksa kesehatan pemohon SIM, dan kalau dokter yang memungut biaya itu kan sah-sah aja mas,” pungkasnya.(elo)