Jadi sarang Mesum, Petugas Gabungan Tertipkan PKL Fly Over Peterongan

Pemasangan tali pembatas oleh Satuan Polisi Pamong Praja Jombang di Flyover peterongan

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Petugas gabungan melakukan penertipan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Bawah Fly Over Peterongan Jombang. Hal ini dikarenakan selain menggangu aktifitas lalulintas di kawasan tersebut, juga ditengarai area tersebut kerap dijadikan ajang mesum akibat minimnya penerangan.

Dari pantauan kanalindonesia.com dilapagan, petugas gabungan yang melakukan penertipan yakni Polres Jombang, Satuan Pamong Praja Kabupaten Jombang, TNI, pemerintah Desa Peterongan, Petugas Kecamatan, PU Bina Marga serta dari petugas balai jalan nasional wilayah Kabupaten Jombang – Mojokerto melakukan pemasangan tali pembatas mengelingi bahwah Fly Over Peterongan, hal ini dimaksudkan agar para pedagang tidak lagi berjualan di area bawah fly over peterongan.

“Dari informasi petugas yang ada dilapangan, mereka para pedagang kaki lima selain berjualan makanan dan minuman, juga ditemukan adanya praktik prostitusi, meskipun pebuatanya tidak disini namun tempat ini dijadikan sebagai ajang transaksinya,” Ujar Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Jombang, Purwnato saat memimpin penertipan di kawasan Fly Over Peterongan.(25/05/2017)

Selain itu Purwanto menjelaskan, penertiban ini juga dimaksudkan untuk memperlancar arus kendaraan baik dari arah Surabaya tujuan Jombang ataupun sebaliknya yang melintasi bawah fly over, jika biarkan keberadaan para pedangang kali lima diwilayah tersebut akan terus menjamur dan bisa menganggu ketertiban arus lalulintas. Penertipan juga dilakukan karena pedagang kaki lima yang berjualan dibawah Flyover Peterongan menyalahi aturan peraturan daerah Kabuoaten Jombang.

Sebagai solusi dari para pedagang yang terdampak penertipan tersebut, Purwanto menambahkan, pemerintah Kabupaten Jombang akan berkerja sama dengan petugas kecamatan dan desa untuk merelokasi 19 pedagangan yang terdampak ke pasar desa wisata peterongan yang letaknya tidak jauh dari lokasi Fly Over.

”Jika mereka Mampu mengoptimalkan potensi pasar wisata maka akan jauh lebih baik jika mereka (Red : Pedagang) bisa melanjutkan usahanya di pasar wisata, apalagi akan menjelang ramadan tentunya pasar wisata bisa lebih menarik,” pungkasnya.(elo)