Ketua DPD RI Dukung Penambahan Pimpinan MPR RI

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mendukung jika jumlah pimpinan MPR RI ditambah menjadi 11 orang dari sebelumnya 5 orang. Tentu penambahan itu harus meningkatkan kinerjanya yang selama ini tertinggal atau kurang maksimal menjadi lebih optimal lagi.
“Seperti sosialiasi 4 pilar MPR RI yang tak bisa hanya dikerjakan sekadarnya, perundang-undangan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 dan lain-lain. Itu tugas berat yang harus diselesaikan,”  tegas OSO seusai melantik anggota MPR RI pengganti antar waktu (PAW) pengganti Irman Gusman dari Sumatera Barat di Gedung MPR RI Jakarta, pada Rabu (24/05/2017).
Kalau masalah anggaran kata OSO, itu tidak begitu penting, yang penting adalah kinerja apakah dengan penambahan kursi MPR dan DPR RI betul-betul kinerjanya yang selama ini tertinggal bisa ditingkatkan oleh MPR dan DPR RI.
Karena itu target kinerjanya harus maksimal. Seperrti  sosialiasi 4 Pilar MPR RI ini menurut OSO, harus terus-menerus dilakukan, karena generasi sekarang dengan generasi 45 sudah berbeda.
“Apakah generasi sekarang mau ikut dengan pola-pola yang lama? Tentu tidak. Maka perlu ada revisi yang berkesinambungan dengan mengakomodir antara pola yang lama dengan yang baru,” ujar senator dari Kalimantan Barat itu.
Dulu pada tahun 1999 – 2004 kata OSO, pimpinan MPR RI sebanyak 9 orang termasuk dirinya, dan itu tidak masalah.
Apakah penambahan itu tak terkesan perebutan kekuasaan, OSO menegaskan tidak, karena setiap fraksi tentu ingin memiliki perwakilannya di tingkat pimpinan dan itu tidak masalah.
“Sah-sah saja karena lembaga tinggi negara itu sama dengan lembaga tinggi negara yang lain,” tambahnya.
Sementara itu usulan anggota DPD RI menjadi 5 orang setiap provinsi pada pemilu 2019, kalau itu menjadi kesepakatan kata OSO, maka pihaknya mendukung. Karena DPD RI itu mewakili daerah yang luas. Perolehan Suaranya pun lebih besar dibanding DPR RI mencapai jutaan pemilih karena mereka tidak mewakili partai, tapi perorangan. “Jadi, saya setuju jika DPD RI harus 5 orang dari 4 orang sebelumnya,” pungkasnya.(gardo)