Kapolres Jombang : Jombang Kota Santri Paling Toleransi

AKBP Agung Marlianto, SIK, MH,

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Kabupaten Jombang yang ada di provinsi Jawa Timur terkenal dengan julukan Kota Santri, namun siapa sangka di kabupaten yang mayoritas penduduknya muslim ini sangat mengendepankan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, dibeberapa sudut daerah bisa kita jumpai dua atau lebih rumah ibadah yang berdiri secara berdampingan bahkan satu pagar, salah satu contohnya di Desa Ngrimbi kecamatan Bareng, Masjid dan Gereja berdiri berdampingan menambah kental suasana toleransi antar umat beragama.

AKBP Agung Marlianto, SIK, MH, selaku Kapolres Jombang saat ditanya bagaimana kesannya terhadap Jombang, khususnya toleransi antar umat beragama di Kota Santri tersebut, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” toleransi antar umat beragam di Jombang patut dijadikan contoh, dan patut diaapresiasi, karena ini cerminan pengejawantahan makna dari Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.(27/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kapolres Jombang,” Organisasi pemuda dan organisasi keagamaan juga hidup dalam nuansa keberagaman, tak jarang dari Gerakan pemuda ansor atau Banser ikut serta mengamankan perayaan Natal digereja, begitu juga dengan sebaliknya. Nuansa kekeluargaan selalu terlihat dalam setiap agenda keagamaan salah satu agama yang ada di Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Imbuh Kapolres,” Di Kota santri ini juga berdiri dengan megah sebuah gereja tertua yakni Gereja Kristen Jawi wetan (GKJW) yang terletak di Kecamatan Mojowarno, selain itu ada juga pondok pesantren yang termasyur seantero indonesia bahkan internasional yakni pondok pesantren Tebuireng semua sejalan selaras dengan Nuansa Kebhinekaan,” paparnya.

Saat disinggung apa contoh dari kegiatan yang mencerminkan toleransi antar umat beragam di Jombang, Kapolres Jombang menjelaskan,” Tak jarang kegiatan lintas agama pun digelar guna menyikapi isu SARA yang saat ini tengah berkembang, doa lintas agama serta apel parade Nusantara bersatu menjadi salah satu contoh wujud dari kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di kota santri,” jelasnya.

Lanjut Kapolres,” Apel parade Nusantara bersatu yang digelar beberapa waktu lalu di alun-alun Kabupaten Jombang sebagai wujud bahwa Kabupaten Jombang atau yang lebih dikenal dengan kota santri menjadi tolak ukur dalam pelaksanaan toleransi umat beragama dalam apel tersebut semua elemen masyarakat hadir mulai santri ulama pendeta biksu remaja gereja hadir guna mewujudkan dan menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara yang beraneka ragam terdiri dari suku bangsa yang berbeda-beda namun tetap dalam satu jua sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.(elo)