Tuntut Perbaikan Akses Jalan pada PT MHI dan HK, Warga Kendalsari Kembali Blokade Tol Mojokerto – Kertosono

para ibu-ibu yang saat demontrasi dengan menduduki badan jalan tol Mojokerto-Kertosono

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Sejumlah warga Dusun Sugihwaras, Desa Kendalsari, Sumobito, Jombang kembali menduduki jalan tol Mojokerto- Kertosono yang melintasi desa mereka. Hal ini dilakukan karena masyarakat menuntut adanya perbaikan akses jalan mereka yang selama ini rusak dan menuntut kompensasi karean selama pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono tersebut, rumah warga mengalami kerusakan.

Sembari menunggu perwakilan warga yang berunding di Polres Jombang dengan pihak PT MHI dan HK, warga Desa Kendalsari menduduki sebagian badan jalan tol. Aksi yang di didominasi ibu- ibu dari kalangan petani dusun setempat tersebut dimulai pukul 08. 00 WIB dengan membawa beberapa poster dengan beberapa tuntutan.

“Kami disini menunggu hasil mediasi perwakilan kami dengan fihak tol. Tuntutan kami masih sama dengan aksi terdahulu, yakni kami ingin di buatkan jalan tembus ke areal pertanian,”ungkap Dian (32), salah seorang warga setempat saat ditemui kanalindonesia.com.(30/05/2017)

Dari pantauan kanalindonesia.com, dilapangan nampak beberapa poster diantaranya bertuliskan, “sebelum proyek dilanjutkan, perbaiki dulu akses jalan warga”, “PT MHI dan HK mana hati nuranimu”, poster tersebut di pampang sambil berjalan menuju tenda tempat mereka berkumpul. Mereka pun mengatakan akan tetap melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh fihak pengembang tol.

“Selain jalan tembus ke areal pertanian, kami juga menuntut kompensasi bagi warga yang rumahnya retak- retak akibat adanya proyek tol ini,”tegasnya.

Beberapa warga menilai, jalan tembus ke arah areal pertanian sangatlah penting sebagai sarana transportasi mengangkut hasil panen mereka tiap tahunnya selama ini. Jika akses terputus akibat pembangunan tol, maka masyarakat akan kesulitan untuk mengambil hasil panen mereka, belum lagi mereka akan kesulitan dalam bercocok tanam.

Sementara itu, Kepala Desa Kendalsari, Mulyadi yang dihubungi via ponselnya menuturkan setelah mediasi di Polres Jombang akan dilanjutkan dengan survey lapangan oleh pihak-pihak terkait. “Ini langsung mau survey dampak lokasi, yang jalan pertanian belum ada titik temu, harus mengajukan surat ke Bupati, tembusan ke BPJT,” katanya.(30/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kades, untuk sementara waktu, hasil dari mediasi perihal, kandang milik Nur Kusaini (49), yang menurut pemiliknya beberapa hari lalu belum ada tindak lanjut pasca eksekusi. “Yang kandang ayam harus pertemuan lagi mengundang BPN, PPK, dan fihak terkait pembebasan tanah. Kemungkinan masih ada pertemuan lanjutan,”pungkasnya.

Sebelumnya, pada hari Jumat siang (26/05) warga Kendalsari juga melakukan aksi yang sama. Mereka menuntut hal seperti yang diminta hari ini. Di ambil dari berbagai sumber, mediasi antara perwakilan warga dengan fihak pengembang tol semula dijadwalkan pada hari senin (29/05), namun mundur pelaksanaannya dan baru hari ini bisa dilaksanakan proses mediasi tersebut.(elo)