Puasa Bulan Berdo’a

Oleh: Bahtiar H. Suhesta

KANALINDONESIA.COM, RAMADHAN: Ada satu lagi ayat dalam rangkaian perintah berpuasa yang boleh dikata “melenceng dari puasa”. Ayat itu adalah Q.S. Al-Baqarah: 186. Setelah sejak ayat 183 berbicara tentang puasa, maka pada ayat ini Allah berfirman,

وَإِذا سَأَلَكَ عِبادي عَنّي فَإِنّي قَريبٌ ۖ أُجيبُ دَعوَةَ الدّاعِ إِذا دَعانِ ۖ فَليَستَجيبوا لي وَليُؤمِنوا بي لَعَلَّهُم يَرشُدونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat ini berbicara tentang doa. Bahwa Allah SWT itu dekat dengan kita. Allah itu mengabulkan doa bagi siapa yang berdoa kepada-Nya.

Dikumpulkannya ayat ini dalam rangkaian ayat-ayat Puasa bisa kita pahami bahwa posisi doa itu sedemikian penting dalam bulan Puasa. Bulan puasa boleh disebut sebagai syahrud du’a. Bulan berdoa. Sungguh rugi jika kita selama puasa tidak memanjatkan doa kepada Allah SWT.

***

Kapan waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan?

Waktu Sahur

Allah SWT berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

كانوا قَليلًا مِنَ اللَّيلِ ما يَهجَعونَ

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Danketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 18)

Dalam sebuah hadits juga disebutkan,Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (H.R. al-Bukhari, Muslim)

Sepanjang Waktu Puasa

Yakni sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (H.R.at-Tirmidzi)

 

Menjelang Berbuka

Doa mustajab juga ada pada saat menjelang berbuka, ketika menanti tibanya adzan Maghrib hingga sesaat setelah berbuka. Menjelang berbuka seharusnya menjadi saat yang tepatbagi kita mengadu dan berdoa sebanyak-banyaknya di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (H.R. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain disebutkan,

 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ

وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه

“Jika Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam berbuka, beliau berdoa: ‘Dzahabazh zhamaa-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah).’” (H.R. Abu Dawud ).

Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah r.a.:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”].”(H.R. at-Tirmidzi)

Demikian sebagian waktu yang mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan.

***

Namun waspadalah, ada setan yang tidak dibelenggu di bulan Ramadhan ini yang melalaikan kita dari doa pada saat-saat mustajabah tersebut. Setan itu setan modern yang membuat kita tanpa sadar mengikutinya. Di antara setan-setan itu adalah:

  1. Acara TV dan Radio. Baik saat menjelang berbuka maupun sahur –dua waktu mustajab berdoa yang diisi dengan acara-acara keislaman yang menarik perhatian. Tetapi kadang juga diisi dengan program penuh canda dan permainan.
  2. Gadget HP, yang sekarang semakin menyita waktu kita, baik untuk membukaWhatsapp, Line, Facebook, dan medsos lainnya.

Padahal bulan Ramadhan hanya datang setahun sekali. Sayang sekali jika kita abaikan hingga lewat begitu saja.

Na’udzubillahi min dzalik.

Wallahu a’lam.

“Disarikan dari berbagai sumber.”

Bahtiar Hayat Suhesta
Bahtiar Hayat Suhesta