Riski Adyan, Kebanggaan Kota Semarang

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG: Masyarakat Publik Kota Semarang tentu bangga karena mempunyai salah satu atlet sepatu roda yang tampil di beberapa kejuaraan tingkat Nasional yaitu Riski Adyan Prasasti.

Beberapa kejuaraan dan medali sudah dia raih seperti Pekan Olah Raga Nasioanal (PON) tahun 2012 yang diselenggarakan di Pekan Baru Riau berhasil memperoleh Medali satu perak dan satu perunggu. Tahun 2016 yang diselenggarakan di Bandung berhasil memperoleh satu perak dan tiga perunggu. Kemudian mengikuti Pelatnas Sea Game tahun 2011 di Palembang, kejuaraan dunia di Belgia tahun 2013 dan di tahun 2015 di Taiwan juga berhasil di ikutinya.

“Saya bangga karena bisa dua kali tampil di PON kelas Nasional Sepatu roda dan mengikuti dua kali kejuaraan tingkat dunia.”ujar Riski ketika ditemui saat latihan di Gor Jatidiri, Selasa, (30/05/2017).

Baca:  Pemkot Semarang Bersama Ansor Siap Memerangi Radikalisme

Riski mengatakan, di kejuaraan tingkat dunia yang menjadi rival pesaing beratnya adalah Belgia kemudian kejuaraan tingkat dunia selanjutnya yaitu Taiwan. Karena mereka tuan rumah dan tentunya didukung dari segi materi serta finansial.

Pertama kali menggeluti sepatu roda dari sejak kelas 2 SD waktu itu Riski berumur 8 tahun dan sampai sekarang sudah 13 tahun. Beberapa medali sudah dia dapatkan dari tingkat Nasional maupun mengikuti kejuaraan tingkat dunia.

Ketika ditanya, kendala apa yang dialami selama menggeluti olah raga sepatu roda ? Riski mengatakan kendala yang dialaminya yaitu sepatu roda adalah olah raga sebuah alat jadi kalau rodanya mulai tipis harus diganti dan penggantiannya setiap sebulan sekali.

Baca:  Meski Sakit Terdakwa Kasus Korupsi Ini Tetap Menjalani Persidangan

“Sudah banyak saya beli alat terutama di roda karena rodanya itu yang berperan penting.” kata Riski mahasiswi jurusan teknik lingkungan di Undip Semarang.

Dia menambahkan, kejuaraan yang paling berkesan adalah waktu mengikuti PON tahun 2012 karena pertama kali mendapat perolehan medali kemudian di event kejuaraan dunia, Wor camp di Belgia karena juga pertama kali mengikuti lomba kelas dunia.

“Saya berharap semoga bisa ikut asian game tahun 2018 dan tampil di PON selanjutnya tahun 2020 bisa memperoleh medali emas.”bebernya. (Andi).