Sejak awal 2017 OJK Hentikan 29 Kegiatan Investasi Ilegal

Kepala OJK Kediri saat dalam acara Media Update dan buka bersama OJK di Madiun

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Otoritas Jasa Keuangan(OJK) dan Satuan Tugas Penanganan Dugaaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi sejak awal 2017 ini sudah menghentikan 29 kegiatan penghimpunan dan dan investasi yang tidak memiliki izin.

Kepala OJK Kediri Slamet Wibowo saat digelar acara Media Update dan Buka Bersama OJK  di I-Club Cafe n resto Madiun, Kamis (08/06/2017) mengatakan, setiap pemeriksaan dan penyelidikan kegiatan usaha entitas-entitas tersebut didasarkan pada pengaduan, pertanyaan, informasi yang disampaikan masyarakat melalui media cetak maupun elektronik.

“OJK yang tergabung dengan Satgas Waspada Investasi bersama dengan Kementrian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, kejaksaan, kepolisian RI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghimbau kepada masyarakat untuk jeli dan berhati-hati apabila menerima ajakan investasi dan penghimpunan dana (crowdfunding) yang menjanjikan imbal hasil yang jauh diatas kewajaran’’, Kata Kepala OJK Kediri, Slamet Wibowo kepada awak media.

Baca:  Pemkab Kediri Dapatkan Dua Penghargaan dari Provinsi Jawa Timur

Selanjutnya Slamet Wibowo menyampaikan, rata-rata modus yang dijalankan beragam, mulai dari janji pelunasan kredit macet puluhan juta dengan hanya membayar beberapa ratus ribu, program saling menolong manusia, MLM (anggota merekrut anggota), investasi emas, investasi penanaman pohon, dan investasi lainnya dengan janji hasil yang pasti tinggi.

“ Jaringan informasi yang sudah maju mendorong informasi mudah sekali menyebar ditunjang dengan pemahaman masyarakat yang kurang mengenai produk investasi dan risikonya menyebabkan kasus investasi ilegal terus meningkat,” imbuh Slamet.

Slamet Wibowo juga menambahkan dari hasil Survey Nasional dan Inklusi Keuangan (SNLIK) kedua yang dilakukan OJK pada tahun 2016 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 29,66% dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82 %.

Baca:  Optimalisasi P4GN, Kepala BNN Temui Mendagri

Angka tersebut meningkat dibanding hasil SNLIK pada 2013, yaitu indeks literasi keuangan 21,84% dan indeks inklusi keuangan 59,74%.OJK bersama Industri jasa keuangan agar target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden republik Indonesia Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75% pada tahun 2019 dapat tercapai.

OJK menghimbau kepada masyarakat agar memahami bahwa investasi merupakan kegiatan berisiko dan senantiasa mengingat slogan HAPAL dalam berinvestasi, yaitu: Hati-hati janji kepastian keuntungan tidak wajar dan tanpa risiko, Pastikan legalitas perizinan lembaga dan produk serta skema investasinya dan laporkan apabila terdapat penawaran investasi yang mencurigakan ke OJK melalui saluran komunikasi berupa,  telepon 1500-655, email : konsumen@ojk.go.id, atau waspadainvestasi@ojk.go.id

Perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki ijin dan telah dihentikan tersebut yaitu :

  1. PT. Compact Sejahtera Group, atau Compact 500
  2. PT. Inti Benua Indonesia
  3. PT. Inlife Indonesia
  4. Koperasi Segitiga Bermuda/Profitwin77
  5. PT. Cipta Multi Bisnis Group
  6. PT. Mi One Global Indonesia
  7. PT. crown Indonesia Makmus
  8. Number One Community
  9. PT. Royal Sugar Company
  10. PT. Kovesindo
  11. PT. Finex Gold Berjangka
  12. PT. Trima Sarana Pratama (CPRO-Indonesia)
  13. Talk Fusion
  14. Starfive2u.com
  15. PT. Alkifal property
  16. Groupmatic170
  17. EA Veow
  18. FX Magnet Profit
  19. Koperasi Serba Usaha Agro Cassava Nusantara, Agro Investy
  20. Koperasi Harus Sukses Bersama
  21. PT. Multi Sukses Internasional
  22. www. assetamazon.com
  23. CV. Mulia kalteng Sinergi
  24. Swiss Forex International
  25. PT. Nusa Profit
  26. PT. Duta Profit
  27. PT. Sentra Artha
  28. PT. Sentra Artha Futures
  29. www.lautandhana.net
Baca:  Chusainuddin Apresiasi Program Pasar Murah Online Mandiri, Berharap Gandeng UMKM

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi TIM Humas Kantor OJK Kediri :

Yudi Tri Widodo Ext. 6006, email : yudi.tri@ijk.go.id (us)