Berkas Perkara Ratu Tipu Lily Yunita Sudah P21, ini kata Kasi Pidum Kejari Surabaya

- Editor

Selasa, 8 Juni 2021 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Setelah dilakukan penelitian, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akhirnya menyatakan berkas perkara tipu gelap dengan tersangka Lily Yunita memasuki P21 (lengkap). Wanita kelahiran Semarang itu pun menjalani proses pelimpahan tahap II beserta barang bukti di Kejari Surabaya.

Kasi Pidum Kejari Farriman Isandi Siregar membenarkan proses pelimpahan tahap II tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Jatim pada tanggal 11 Mei 2021 lalu. Namun pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap tersangka Lily Yunita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kasi Pidum, tersangka Lily harus menjalani hukuman pidana 1 tahun 6 bulan penjara di Lapas Sidoarjo dengan perkara sebelumnya. Wanita yang dijuluki “Ratu Tipu” ini dieksekusi oleh Kejari Sidoarjo setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht dari Mahkamah Agung.

“Tidak dilakukan penahanan karena seusai tahap II dari penyidik Polda Jatim, yang bersangkutan dieksekusi Kejari Sidoarjo untuk menjalani pidana di lapas selama 1 tahun 6 bulan,” terang Farriman saat dikonfirmasi Kanalindonesia.com by phone, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga :  Sambut Kedatangan Menteri AHY Di Bandara Juanda, Dokter Agung Berikan Batik Tulis Motif Burung Hong

Dari data yang berhasil dihimpun, Lily Yunita merupakan residivis keluar masuk penjara dengan kasus yang sama hampir empat kali ini. Yakni di tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu.

Ketika ditanya kesiapan pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk disidangkan, Farriman mengaku pihaknya masih akan melakukan penyusunan surat dakwaan terlebih dulu.

“Belum dilimpah ke PN, karena masih proses penyusunan surat dakwaan,” kata Farriman.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk untuk menyidangkan kasus ini, Farriman menyebut ada dua orang jaksa dari Kejati Jatim, yakni Rista Erna dan Novan Arianto.

“Jaksanya itu Rista Erna dan Novan Arianto. Semuanya dari Kejati Jatim,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lily Yunita kembali ditangkap anggota Subdit I/TP Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim atas kasus investasi bodong. Dia menawarkan investasi terkait pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangon Surabaya.

Untuk meyakinkan korbannya, Lily menjanjikan keuntungan kepada korbannya. Dengan memberikan cek fiktif kepada korban. Namun setelah dicek di bank, ternyata sudah tidak bisa dicairkan.

Baca Juga :  DPRD Jatim Ingatkan Masyarakat Penggunaan Listrik yang Berlebih : Waktunya gunakan Smart House

Dalam cek tersebut, korban memberikan uang senilai Rp48 miliar kepada Lily Yunita sebanyak enam kali. Selain tersangka Lily, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya berupa 7 (tujuh) lembar cek Bank BCA beserta 7 (tujuh) lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya, 2 (dua) unit mobil merk Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 (empat) unit mobil jenis Mercedes Benz, 3 (tiga) unit mobil Pick Up, 6 (enam) jam tangan berbagai merk seperti Rolex, Franck Muller, 3 (tiga) buah cincim Natural Blue Shaphire dan uang tunai sebanyak Rp100 juta.

Tersangka saat ini dijerat tindak pidana pencucian uang, yakni Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang tindak Pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang dengan ancaman pidana 4 tahun dan 20 tahun. Ady

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Padati Obyek Wisata Widuri pada Perayaan Festival Kupat
KAI Daop 7 Madiun Sukses Layani lebih dari 200 ribu Pelanggan Berangkat pada Masa Angkutan lebaran 2024
Khofifah Ajak Perempuan Pupuk Spirit Kejuangan Kartini, Wujudkan Indonesia Sejahtera Dengan Emansipasi Secara Kualitatif
Berikan Doorprize kepada Warga Rizal Bawazier Ajak Jauhkan Perbedaan
Gus Yani Hadir Dalam Pengajian Umum LDII, di Ponpes Baitul Makmur Laban Gresik
Korban Tabrakan Mobil vs Motor di Ponorogo Ternyata Wakil Rektor
Dampak Erupsi Gunungapi Ruang Meluas, Penanganan Darurat Dimaksimalkan
Hilang Kendali, Mahasiswi di Ponorogo Terperosok ke Sungai hingga Tak Sadarkan Diri

Berita Terkait

Minggu, 21 April 2024 - 16:04 WIB

Ribuan Pengunjung Padati Obyek Wisata Widuri pada Perayaan Festival Kupat

Minggu, 21 April 2024 - 15:55 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sukses Layani lebih dari 200 ribu Pelanggan Berangkat pada Masa Angkutan lebaran 2024

Minggu, 21 April 2024 - 14:39 WIB

Khofifah Ajak Perempuan Pupuk Spirit Kejuangan Kartini, Wujudkan Indonesia Sejahtera Dengan Emansipasi Secara Kualitatif

Minggu, 21 April 2024 - 13:32 WIB

Berikan Doorprize kepada Warga Rizal Bawazier Ajak Jauhkan Perbedaan

Minggu, 21 April 2024 - 13:27 WIB

Gus Yani Hadir Dalam Pengajian Umum LDII, di Ponpes Baitul Makmur Laban Gresik

Sabtu, 20 April 2024 - 21:23 WIB

Korban Tabrakan Mobil vs Motor di Ponorogo Ternyata Wakil Rektor

Sabtu, 20 April 2024 - 21:15 WIB

Dampak Erupsi Gunungapi Ruang Meluas, Penanganan Darurat Dimaksimalkan

Sabtu, 20 April 2024 - 20:20 WIB

Hilang Kendali, Mahasiswi di Ponorogo Terperosok ke Sungai hingga Tak Sadarkan Diri

KANAL TERKINI

KANAL PEMALANG

Berikan Doorprize kepada Warga Rizal Bawazier Ajak Jauhkan Perbedaan

Minggu, 21 Apr 2024 - 13:32 WIB