FGD bertajuk “Kebijakan Zero ODOL, Kesiapan Industri dan Tantangan Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan Warta Ekonomi, Kamis (10/6/2021).
JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia berakibat pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas mengalami penurunan sebesar 158% dari 4,34% menjadi minus 2,52%.
Industri nasional dalam masa recovery, namun apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pada triwulan I 2021, pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas masih mengalami penurunan sebesar 135% dari 2,01% menjadi -0,71%.
Pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia juga masih dibayangi oleh gelombang pandemi berikutnya.
Hal itu disampaikan Ashady Hanafie, Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri, Subdirektorat Industri Semen dan Barang Dari Semen Kementerian Perindustrian dalam acara FGD bertajuk “Kebijakan Zero ODOL, Kesiapan Industri dan Tantangan Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan Warta Ekonomi, Kamis (10/6/2021).
“Sektor industri salah salah tulang punggung untuk perekonomian nasional dan menjadi sektor penyumbang terbesar terhadap PDB nasional,” ujar Ashady.
Dia mengutarakan banyaknya perusahaan yang tutup akibat pandemi ini, berakibat pada penurunan tenaga kerja. Menurutnya, penurunan tenaga kerja ini juga berpotensi memperbesar permasalahan sosial. Tercatat, jumlah tenaga kerja industri sampai dengan Februari 2021 mengalami penurunan sebesar 5% year of year.
Jadi, dia meminta agar permasalahan yang dihadapi industri saat ini jangan dulu dibebani lagi dengan hal-hal lain seperti kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan diterapkan di awal 2023 mendatang.
Dia juga meminta semua pihak bersama-sama menjaga agar kondisi industri di Indonesia ini tetap kondusif agar kebijakan Zero ODOL ini pun bisa diundur lagi hingga 2025 mendatang, sampai kondisi sektor industri yang tengah terpuruk saat ini bisa pulih kembali.
Dia mengatakan industri saat ini tengah fokus pada usaha untuk bertahan agar tidak sampai menutup usahanya. Pada tahun 2021, industri mulai bangkit kembali. Dengan demikian, industri telah kehilangan waktu selama 2 tahun untuk persiapan penerapan kebijakan Zero ODOL.
FGD bertajuk “Kebijakan Zero ODOL, Kesiapan Industri dan Tantangan Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan Warta Ekonomi, Kamis (10/6/2021).
Bagikan
Baca berita lainnya:
