Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

Menkes Beberkan Strategi Pemerintah Penuhi Kebutuhan Obat yang Melonjak

Menkes menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut akan datang secara bertahap sehingga kondisi stok obat pada bulan Agustus diharapkan sudah lebih baik. Untuk distribusinya, pemerintah akan bekerja sama dengan GP Farmasi yang akan membantu menyalurkan ke sekitar 12 ribu apotek aktif di seluruh Indonesia.

“Diharapkan kita akan tingkatkan 9 ribu saja apotek yang bisa kita kasih obat-obatan ini secara konsisten suplainya, itu akan menstabilkan suplai obat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain obat-obat yang ada di apotek, Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan pembagian obat bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman). Sebanyak dua juta paket obat akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui puskesmas dengan dikirim oleh TNI.

Jalur lain yang bisa digunakan masyarakat untuk mendapatkan obat adalah melalui telemedicine. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan 11 perusahaan telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter gratis dan jasa pengiriman obat gratis.

“Memang telemedicine ini baru kita luncurkan di seluruh ibu kota provinsi di Jawa dan Bali. Rencananya nanti akan kita perluas ke seluruh Indonesia,” kata Menkes.

Menkes juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyimpan obat-obatan, terutama obat seperti Gamaras, Actemra, dan Remdesivir, di rumahnya hanya untuk berjaga-jaga. Ketiga obat tersebut harus mendapatkan resep dokter dan hanya bisa disuntikkan di rumah sakit. Menkes berharap, obat-obatan tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Kasihan yang sakit kalau kita sebagai orang sehat ingin menyimpan obat, bayangkan 20 juta warga menengah pengin beli Azythromycin satu paket 5 tablet itu 100 juta obat akan tertarik dari apotek dan disimpan di rumah sebagai stok. Padahal obat-obatan ini harusnya dipakai sebagai resep untuk orang yang sakit. Jadi kami minta tolong agar tolong kita biarkan obat ini benar-benar dibeli oleh orang yang membutuhkan, bukan dibeli untuk kita sebagai stok. Kasihan teman-teman kita yang membutuhkan,” tandasnya.

 

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita