SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Agustus 2021, bagi DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur ternyata sangat istimewa. Karena ada 2 moment penting yaitu HUT RI ke 76 dan HUT PAN ke 23.
Dari hitungan mereka jadi istimewa karena jika di jumlah menjadi 99, yang itu bagi ummat Islam adalah jumlah Asma’ul Husna.
Maka tidak heran jika akhirnya banyak keistimewaan yang muncul.
Lihat saja, saat menggelar doa bersama atau Munajat untuk Indonesia Sehat secara Virtual yang diikuti seluruh kader PAN Jawa Timur, acara ini dihadiri juga oleh Ketua PW Nahdlatul Ulama Jatim KH Marzuki Mustamar dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr. H Saad Ibrahim secara bersamaan.
Sepanjang doa bersama pada Kamis malam, (12/8/2021) itu dua tokoh agama terbesar di Jawa Timur itu memberikan tausyiah dan saling mendoakan. Bahkan Ketua PW NU mendoakan Ketua PW Muhammadiyah, dan sebaliknya. Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig menyebut bahwa kegiatan seperti ini sekaligus memberikan pesan kepada masyarakat luas, bahwa pandemi ini hanya bisa diatasi secara bersama-sama. “Doa Bersama ini sekaligus interopeksi kepada diri kita semua, mendoakan yang sudah meninggal dan berdoa untuk kesehatan seluruh warga Indonesia dan pandemi ini segera teratasi,” kata Rizki Sadig yang memimpin sendiri doa bersama ini dari Rumah PAN, Jl Darmokali Surabaya.
Doa bersama ini, Ahmad Rizki menyebut, DPW PAN Jatim juga sedang memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah yang dirangkai dengan HUT ke-76 Republik Indonesia (RI) serta HUT ke-23 tahun PAN.
“Ternyata 76 Tahun RI dan 23 PAN setelah jumlahnya 99, sama dengan asmaul husna. dari situ Kita kemudian mendapatkan isyaroh, mendapatkan sesuatu yang sifatnya perasaan ingin berbuat lebih baik dalam kondisi (pandemi) seperti ini,” tuturnya.
Apalagi, lanjut dia, keluarga besar DPW PAN Jatim sendiri banyak yang mengalami kesedihan. Terlebih, banyak pula di antara kader-kader PAN maupun masyarakat Jatim yang menjadi korban pandemi Covid-19. “Karena memang keluarga besar PAN khususnya di Jatim itu banyak mengalami kesedihan karena banyak kader kita yang dipanggil,” ungkap dia.
Namun, ia menyakini, bahwa seluruh kader PAN dan masyarakat Jatim yang meninggal dalam kondisi pandemi ini dalam keadaan syahid. “Kami yakin Insya Allah dalam kondisi syahid. Yang meninggal dalam kondisi wabah itu dalam kondisi syahid,” ujarnya
Oleh sebab itu, Rizki mengatakan, di bulan Muharram ini pihaknya ingin menjadikannya sebagai momentum untuk berbagi sesama. Utamanya kepada warga Jatim yang terdampak pandemi Covid-19.
“Kita ingin berbagai kepada masyarakat khususnya yang terdampak berakibat pada yatim piatu. Karena Muharram ini salah satunya ada yang meriwayatkan Hari Rayanya anak yatim. Jadi kita ingin berbagi,” kata dia.
Menurutnya, apabila santunan kepada 99 orang sangat kecil jika dikomparasikan dengan wilayah Jatim, tentu jumlahnya akan ditambah. Maka dari itu, ia mengaku, jika jumlah bantuan yang akan didistribusikan bakal ditujukan kepada 9.900 orang.
“Maka kita buat 9.900 santunan untuk anak yatim dan fakir miskin di wilayah Jatim. Yang itu akan kita distribusikan mulai tanggal 17 sampai 23 Agustus,” ungkap dia.
Pihaknya berharap, apa yang dilakukan DPW PAN Jatim ini dapat diikuti oleh DPD hingga ke tingkat bawah. Ia meyakini dengan cara terus menebar kebaikan, maka mata rantai pandemi Covid-19 bisa segera terputus.
