“Kita akan mengurangi karbon sejumlah 29 persen sampai 2030 ekuivalen di energi kurang lebih 340 juta ton. Maka, energi-energi yang berbasis fosil yang itu menyumbang besar terhadap karbon mulai terus secara bertahap akan kita kurangi dan kita mengedepankan EBT,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana pun membenarkan upaya PLN dalam meningkatkan bauran EBT di Indonesia. Saat ini, PLN mengerucutkan pada tiga program untuk mendorong bauran energi, yakni Substitusi, Konversi, dan Penambahan.
“Program Substitusi berasal dari sumber bahan bakar pembangkit dicampurkan dengan bahan EBT tanpa perlu berinvestasi pada mesin pembangkit yang baru. Untuk program Konversi adalah mengganti mesin-mesin pembangkit berbahan bakar fosil menjadi EBT. Dan, program penambahan ialah pembangunan pembangkit berbasis EBT,” ujarnya.
